Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Mulai 17 September 2020 Seluruh Terminal di Jakarta Buka Hingga Pukul 19.00 WIB

Kepala UPT Terminal Dishub DKI Jakarta Muslim mengatakan pembatasan jam operasional bus di terminal dibatasi mulai Kamis (17/9/2020)

TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Terminal Pulo Gebang yang terletak di kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (3/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membatasi jam operasional di terminal seiring pemberlakuan PSBB.

Kepala UPT Terminal Dishub DKI Jakarta Muslim mengatakan pembatasan jam operasional bus di terminal dibatasi mulai Kamis (17/9/2020)

"Mulai tanggal 17 bus besar, sedang, dan kecil beroperasi pukul 05.00-19.00 WIB. Untuk tanggal 21 September dan seterusnya sama," kata Muslim saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (14/9/2020).

Sementara untuk jam operasional di terminal pada Senin (14/9/2020) hingga Rabu (16/9/2020) dari pukul 05.00-22.00 WIB.

Penyesuaian jam operasional terminal ini mengacu surat keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta nomor 156 tahun 2020.

Waktu tersebut sedikit berbeda karena dalam PSBB awal sebelumnya jam operasional di terminal berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

"Sekarang kita mulai sosialisasikan ke para operator dan awak angkutan. Kan kantor-kantor atau para pegawai perlu penyesuaian jam kerjanya juga," ujarnya.

Namun Muslim memastikan PSBB yang kembali diberlakukan Pemprov DKI tak membatasi operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Beda saat PSBB awal di mana keberangkatan bus AKAP hanya lewat Terminal Terpadu Pulo Gebang dengan bus AKAP terbatas.

Bus AKAP tetap beroperasi di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.

"Tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Tadi pak Kadishub meninjau langsung penerapan protokol kesehatan di Terminal Kalideres sekaligus mensosialisasikan jam operasional," tuturnya.

Muslim menyebut Corona Likelihood Metric (CLM) juga tetap jadi syarat keberangkatan penumpang dalam PSBB yang kembali diberlakukan.

Awak bus dan warga di terminal yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker mendapat sanksi dari petugas di terminal.

"Sesuai ketentuan bagi seseorang yang kedapatan tidak pakai masker maka akan dihukum dengan melaksanakan kerja sosial berupa membersihkan halaman atau emplasemen," lanjut Muslim.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved