Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pelanggar Pembatasan Aktivitas Warga di Depok Banyak dari Pelaku Usaha Makanan

Sejumlah pelanggar mulai terjaring lantaran nekat melanggar kebijakan penerapan pembatasan operasional toko dan aktivitas warga di Kota Depok

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, dijumpai wartawan di Balai Kota Depok, Senin (14/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sejumlah pelanggar mulai terjaring lantaran nekat melanggar kebijakan penerapan pembatasan operasional toko dan aktivitas warga di Kota Depok, Jawa Barat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, menuturkan, pelanggaran kerap terjadi dari sektor pelaku usaha restoran atau tempat makan.

Tak segan, Lienda berujar pihaknya pun tak segan menindak para pelanggar ini dengan sanksi denda sesuai dengan yang tercantum dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 60 Tahun 2020.

“Untuk dunia usaha kemarin Rp 5,7 juta, karena kan tidak semuanya Rp 10 juta, itukan paling banyak atau maksimal. Kita bagi-bagi lagi, misalnya untuk kaki lima kita tidak kenakan Rp 10 juta, antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu,” ucap Lienda di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (14/9/2020).

Pengetatan PSBB di Jakarta, Suasana Stasiun Tanah Abang Tak Padat Lagi

DKI Jakarta Lakukan Pengetatan PSBB, Depok Antisipasi Covid-19 dengan PSBM

Total, menurut Lienda sudah ada 16 pelanggar yang terjaring dan dikenakan sanksi berupa denda tersebut.

“16 (pelanggar) kalau gak salah, paling banyak sektor makanan, dari restoran,” katanya lagi.

Lanjut Lienda, hingga saat ini pihaknya juga masih terus melakukan sosialisasi kebijakan tersebut terhadap masyarakat.

Ia tak memungkiri, masih ada masyarakat yang belum mengetahui adanya pembatasan aktivitas warga tau yang disebut jam malam.

“Ya tetaplah kalau sosialisasi memang harus terus dilakukan, sambil kita melakukan pengawasan  sambil sosialisasi, ada juga kan yang belum tahu juga, jadi kita lakukan sosialisasi. Kan kita tetap penegakan itu pengawasan dan penindakan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved