Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Pemkot Depok Kembali Gencarkan Razia Masker, Kapasitas RS Rujukan Pasien Covid-19 Penuh

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemkot Depok menggelar Operasi Gerakan Depok Bermasker

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana razia masker di Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, Sabtu (12/9/2020) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan razia kepada warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemkot Depok menggelar Operasi Gerakan Depok Bermasker.

Bagi mereka yang terjaring razia akan ditindak dengan diberikan sanksi sosial atau denda sesuai peraturan wali (Perwal) Kota Depok Nomor 60 Tahun 2020.

Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengatakan sanksi berupa denda akan dikenakan sebesar Rp 50.000.

Mereka yang membayarkan denda tersebut langsung diarahkan untuk melakukan pembayaran melalui Bank BJB untuk selanjutnya masuk kas daerah.

“Masyarakat yang tidak pakai masker kena denda sesuai aturan yang berlaku," papar Lienda saat dikonfirmasi Warta Kota, Senin (14/9/2020).

Lebih lanjut Lienda mengatakan, Operasi Geralan Depok Bermasker akan berlangsung selama enam hari yakni mulai 14-19 September 2020.

Terkait lokasi razia, Lienda mengaku setiap harinya akan dilakukan di lokasi yang berbeda-beda.

Untuk hari ini, Operasi Gerakan Depok Bermasker berada di depan Kantor Kecamatan Pancoran Mas, Jalan Proklamasi Kecamatan Sukmajaya, dan Pasar Pucung Kecamatan Cilodong.

“Operasi ini kami lakukan di seluruh kecamatan, setiap harinya lokasi berbeda,” katanya.

Halaman
123
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved