Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Belum Satu Persen dari Total Populasi Penduduk di Kota Depok Jalani Swab PCR

Idris mengakui bahwa jumlah penduduk yang sudah menjalani Swab PCR belum mencapai satu persen dibandingkan total populasinya yang mencapai jutaan

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (tengah), didampingi Wali Kota Depok, Mohammad Idris (kanan) di RSUD Kota Depok, Selasa (15/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, siang ini mengecek kondisi fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Sawangan, didampingi Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Sebelum mengecek fasilitas kesehatan yang ada di RSUD, Ridwan Kamil atau Kang Emil sapaan akrabnya, memberikan sejumlah pertanyaan pada Mohammad Idris terkait penanganan Covid-19 di Kota Depok.

Satu dari sejumlah pertanyaan yang diberikan, adalah ihwal persentase penduduk dari total populasi yang ada di Kota Depok.

“Saya mau tanya lagi, apakah sudah satu persen dari jumlah penduduk,” kata Kang Emil pada Idris di lokasi, Selasa (15/9/2020).

Menjawab pertanyaan Kang Emil, Idris mengakui bahwa jumlah penduduk yang sudah menjalani Swab PCR belum mencapai satu persen dibandingkan total populasinya yang mencapai jutaan.

“Total swab memang belum satu persen dari jumlah penduduk. Karena ini BPS hitungnya penduduk 2,4 juta. Sementara di Kementerian 1,8 juta. Makanya jauh sekali. Makanya sensus ini harus serius kalau bukan warga Depok jangan masukkan ke dalam jumlah penduduk,” kata Idris menjawab pertanyaan Kang Emil.

Anies Baswedan Sidak Penerapan PSBB di Pusat Kota, Satpol PP Klaim Situasi Jakarta Kondusif

Penumpang KRL Dilarang Mengenakan Masker Scuba, Ini Alasannya

Idris mengatakan, satu diantara sejumlah kasus yang ia ditemui pihaknya adalah adanya warga yang bukan orang Depok, namun telah menetap puluhan tahun lamanya.

“Kalau bukan warga Depok jangan dimasukkan dalam hitungan. Misal tukang pecel sudah 30 tahun di Depok tapi bukan KTP Depok, itu masuk jadi banyak sekali. Ini jadi masalah,” jelas Idris.

Idris menuturkan bahwa saat ini sudah sekira 14.500 warga Kota Depok yang sudah menjalani Swab PCR.

“Kalau hitungnya satu per 1.000 dari jumlah penduduk ya iya, kita masih jauh. Sekarang terakhir 14.500. Dua pekan kemarin kita masih sekali sampai 3.000-an, makanya ini kasus tertinggi karena hasilnya baru muncul 124 kasus positif,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved