Breaking News:

Diganjar Kartu Merah karena Pukul Kepala Pemain Marseille, Neymar Mengaku Jadi Korban Rasialis

Neymar menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kartu merah. Namun, Bintang Paris Saint-Germain (PSG) tersebut malah mendapatkan dukungan

TWITTER.COM/PSG_ENGLISH
Bek Paris Saint-Germain, Juan Bernat (tengah), merayakan golnya bersama Kylian Mbappe dan Neymar dalam laga Grup C Liga Champions melawan Liverpool FC di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis pada 28 November 2018. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SEPAKBOLA - Duel klasik Liga Perancis antara PSG versus Olympique Marseille diwarnai hujan kartu kepada para pemain di lapangan.

Sebanyak 17 kartu telah dikeluarkan wasit yang dipimpin Jerome Bisard. 

Neymar menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kartu merah. Namun, Bintang Paris Saint-Germain (PSG) tersebut malah mendapatkan dukungan penuh dari klubnya seusai laga.

Pasalnya. penyerang nomor 10 berkebangsaan Brazil itu mengaku jadi korban rasialis oleh Alvaro Gonzales, seterunya di lapangan.

Berawal dari pelanggaran Dario Benedetto kepada Leandro Paredes pada menit-menit akhir pertandingan, pemain-pemain lain kemudian ikut bertengkar. 

Neymar kedapatan memukul kepala bagian belakang Alvaro Gonzalez sehingga membuatnya diganjar kartu merah. 

Akan tetapi, pemain asal Brasil mengaku bahwa dirinya telah menjadi korban rasisme Gonzales.

"Kemarin saya memberontak. Saya dihukum dengan kartu merah karena saya ingin memukul seseorang yang menyinggung saya," kata Neymar dikutip BolaSport.com dari postingan Instagram pribadinya. 

"Saya menerima hukuman saya karena saya seharusnya mengikuti jalur sepak bola yang bersih.

Saya berharap, di sisi lain, pelakunya juga akan dihukum."

Halaman
12
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved