Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Hari Pertama Pengetatan PSBB, Satpol PP DKI Tutup 8 Tempat Makan

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, setidaknya ada 8 restoran yang dikenakan sanksi penutupan sementara 1x24 jam

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejumlah restoran ditutup Satpol PP DKI lantaran melanggaran aturan pada hari pertama pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (14/9/2020) kemarin.

Selain restoran, Satpol PP juga menutup tempat usaha makanan lainnya.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, setidaknya ada 8 restoran yang dikenakan sanksi penutupan sementara 1x24 jam.

"Saya pikir (pelanggaran) masih relatif sedikit, karena hanya sekitar 8 (tenpat usaha makanan)," ucapnya, Selasa (15/9/2020).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, delapan tempat usaha makanan itu tersebar di wilayah Jakarta Timur.

Delapan usaha itu antara lain Warunk Upnormal Rawamangun, Bandar Condet, Rumbo Star Coffee, dan Rumah Makan Padang Beringin Sawo, Pulo Gadung.

Adapun penutupan dilakukan lantaran delapan tempat usaha makanan itu tetap melayani pelanggan yang makan di tempat.

Padahal, restoran atau tempat usaha makanan hanya diperkenankan melayani pesan antar atau pesan bawa.

"Iya (makan di tempat), salah satunya seperti itu. Makanya kemudian kami lakukan tindakan itu ditutup," ujarnya saat ditemui di Balai Kota DKI.

Nantinya, setelah melewati batas 1x24 jam, restoran atau tempat usaha makanan ini diizinkan buka kembali.

Pemain Persija Jakarta Terima Tantangan Pelatih Timnas, Shin Tae-yong: Tak Bisa Ditentukan Sekarang

Polisi Ajak Pengelola Masjid Serukan Protokol Kesehatan Melalui Toa

Mengidap Hidrosefalus, Bayi Berusia 3 Tahun di Lampung Utara Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Operasi

Namun, mereka harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan selama masa pengetatan PSBB ini.

"Ini bentuk upaya kita menekan, mengurangi kasus Covid-19 dan menyelamatkan manusia dari paparan Covid-19, serta melindungi seluruh warga," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved