Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Penumpang KRL Dilarang Mengenakan Masker Scuba, Ini Alasannya

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, mengatakan masker scuba dan buff kurang efektif menahan cairan dari mulut (droplet)

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Suasana di dalam kereta rel listrik (KRL) keberangkatan stasiun Tanah Abang menuju Depok, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melarang penumpang KRL mengenakan masker scuba dan buff.

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, mengatakan masker scuba dan buff kurang efektif menahan cairan dari mulut (droplet).

"Hindari penggunaan masker jenis scuba, buff, atau kain menutupi mulut dan hidung," kata Anne dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2020).

Anne mengimbau, penumpang kereta rel listrik (KRL) sebainya mengenakan masker yang terdapat dua lapisan.

"Pelanggan KRL diimbau menggunakan masker kain yang terdiri dari dua lapisan," kata Anne.

Pasien Positif Covid-19 di Depok Tembus 124 Orang Perhari

Kucing Warga Tiga Hari Terjebak di Plafon, Petugas Damkar Turun Tangan Bantu Evakuasi

"Pakailah masker yang menutupi hidung dan mulut secara benar," lanjutnya.

Anne mengatakan, para penumpang KRL dapat menggunakan masker sekali pakai.

"Jika memungkinkan dapat menggunakan masker sekali pakai untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

"Penggunaan masker sangat penting mencegah droplet yang keluar dari mulut dan hidung kita saat batuk, bersin, maupun berbicara," tutupnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved