Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Soal Kasus Covid-19, Para Pedagang Minta Diedukasi Bukan Ditakut-takuti

IKAPPI pun meminta semua pihak ikut berpartisipasi dan berperan aktif untuk membantu bangkit dari kondisi ini.

Freepik
ilustrasi virus corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat bahwa Jakarta menduduki provinsi tertinggi dengan kasus Covid-19 yang menimpa pedagang pasar dengan total 321 kasus positif.

Dari 1.344 kasus nasional, 321 diantaranya terjadi pada pedagang di Jakarta dari 51 pasar.

"Untuk kasus DKI jakarta masih tertinggi yaitu positif 321 pedagang, meninggal 1 di 51 pasar. Data ini merupakan pukulan berat bagi kami," kata Abdullah Mansuri, selaku Ketua umum DPP IKAPPI Ikatan pedagang pasar Indonesia, Selasa (15/9/2020).

Saat ini, IKAPPI telah memberikan edukasi persuasif kepada para pedagang pasar.

Menurut Abdullah, saat ini pedagang masih membutuhkan edukasi mengenai bahaya Covid-19 dan bukan ditakut-takuti.

Apalagi para pedagang sedang mengalami tekanan daya beli masyarakat yang menurun secara terus menerus selama masa pandemi Covid-19.

Seminggu terakhir, IKAPPI mencatat terdapat penurunan omzet pedagang hingga 60 sampai 70 Persen.

"Kami harus terus bertahan dalam kondisi seberat ini. Kami melakukan Edukasi dengan pola edukasi yang persuasif, bukan menakut-nakuti. Edukasi yang akan menekankan kepada, apa keuntungan dan kerugian pelaksanaan protokol kesehatan. Misalnya kalau sampai pasar tutup karena ada yang positif siapa yang rugi? atau kalau sampai harus isolasi 2 minggu gak bisa jualan, siapa yang rugi?" katanya.

Patuhi Kebijakan Pemprov DKI, Persija Jakarta Pindah Tempat Latihan

Kenangan Pelatih Persib Bandung saat Bertemu dengan Legenda Brasil Pele

"Kami sedang dalam proses ulang melakukan edukasi berupa edaran dan sosialisasi melalui perwakilan-perwakilan IKAPPI di seluruh Indonesia," imbuhnya.

IKAPPI pun meminta semua pihak ikut berpartisipasi dan berperan aktif untuk membantu bangkit dari kondisi ini.

Setidaknya, dengan upaya yang dilakukan diharapkan mampu menekan angka penyebaran covid-19 di pasar-pasar.

"Kami juga berharap pemerintah pusat lebih fokus memperhatikan kami melalui program-program pemberdayaan, stimulus permodalan atau bantuan lain yang dapat meringankan beban pedagang," ungkapnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved