Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Dokter Polri: Tanpa Covid-19 Penggali Makam Sudah Berisiko Tinggi Tertular Penyakit dari Jenazah

Penggali makam jadi profesi yang santer diperbincangkan karena beban kerjanya rentan terpapar di masa pandemi Covid-19.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Alat berat dikerahkan untuk menggali lubang makam protap Covid-19 di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (23/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Penggali makam jadi profesi yang santer diperbincangkan karena beban kerjanya rentan terpapar di masa pandemi Covid-19.

Bila tenaga kesehatan disebut garda terdepan, para penggali makam dijuluki garda terakhir karena harus memakamkan jenazah pasien Covid-19.

Pemerintah pun memberikan insentif sebagai apresiasi atas tugas mereka yang ikut berjibaku sejak awal pandemi Covid-19 hingga kini.

Ahli Utama Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan penggali makam sejatinya profesi yang rentan terpapar berbagai penyakit.

"Tanpa harus memakamkan jenazah pasien Covid-19 sebenarnya tugas mereka sudah berisiko tinggi terkena berbagai penyakit saat bertugas," kata Edy di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (16/9/2020).

Tes Swab Bareng Ratusan Karyawannya, Nagita Slavina Sempat Takut: Enggak Seburuk yang Aku Bayangin

Saat meninggal, seseorang dipastikan mengalami proses pembusukan akibat keberadaan bakteri bernama flora normal yang ada pada tubuh.

Bakteri ini sudah ada pada tubuh seseorang bahkan sebelum proses pembusukan yang berlangsung tiga jam setelah kematian terjadi.

"Yang jadi masalah bukan bakteri flora normal, tapi bakteri pembusuk," terang dia.

"Bakteri pembusuk itu muncul dari luar tubuh dan timbul banyak pada orang meninggal. Walaupun jenazah sudah dimandikan," ia menambahkan.

Halaman
123
Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved