Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Perkembangan Covid-19 di Jakarta 16 September: 5.561 orang Tes PCR

5.561 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru. Hasilnya, sebanyak 1.003 positif dan 4.558 negatif

Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, memaparkan mengenai perkembangan terbaru kasus covid-19 di DKI Jakarta.

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemprov DKI, ia menjelaskan telah dilakukan tes PCR sebanyak 6.951 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5.561 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru. Hasilnya, sebanyak 1.003 positif dan 4.558 negatif.

"Namun, penambahan total kasus positif sebanyak 1.505 kasus, lantaran terdapat data akumulasi sebanyak 502 kasus dari tanggal 12, 13 dan 14 September yang baru dilaporkan. Untuk menilai tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 73.665. Jumlah orang yang dites PCR terakhir sebanyak 59.572," kata dia dikutip dari siaran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemprov DKI Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, sehingga mampu memperkecil potensi penularan COVID-19.

Berdasarkan data akumulatif, jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau di isolasi di Jakarta sampai saat ini ada sebanyak 12.709 kasus.

Sedangkan, kasus jumlah Konfirmasi total di Jakarta ada sebanyak 58.458 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 44.251 dengan tingkat kesembuhan 75,7%, dan total 1.498 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,1%.

"Untuk tingkat kepositifan atau proporsi kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,8%, sedangkan proporsi kasus positif secara total sebesar 7,5%. WHO juga menetapkan standar proporsi kasus positif tidak lebih dari 5%," tulisnya.

Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta menyarankan bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri Covid-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat melihat risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.

Penuh Haru, Anies Pimpin Penghormatan Terakhir Tanpa Lihat Wajah Sekda Saefullah

Ingin Menikah, Ini Kecocokan Jodoh Hasil Perhitungan Weton Berdasarkan Primbon Jawa

Pasien Covid-19 Melonjak, Dinkes Kota Depok Cari Hotel yang Bersedia Jadi Lokasi Karantina 

Selain itu, melalui petugas Satpol PP penindakan atas penggunaan masker juga digencarkan, begitu pula dengan ketertiban pelaksanaan PSBB lainnya.

Diharapkan, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut serta dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved