Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Tidak Ada Jam Malam, Wali Kota Hanya Batasi Jam Aktivitas Masyarakat Hingga Pukul 21.00 WIB

Kebijakan tutup operasional hingga pukul 21.00 WIB ini juga berlaku untuk pedagang kaki lima, kedai kopi dan rumah makan kecil

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa, (15/9/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, pihaknya tidak akan memberlakukan jam malam dalam menyikapi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Meski begitu kata dia, pihaknya tetap akan membatasi aktivitas masyarakat pada malam hari hingga pukul 21.00 WIB.

"Tempat hiburan kita kurangi (jam operasional), rumah makan sampai jam 9 malam, pasar juga kita kurangi, kita tidak melakukan jam malam hanya dibatasi," kata Rahmat, Rabu, (16/9/2020).

Dia menjelaskan, kegiatan usaha rumah makan dibatasi hingga pukul 21.00 WIB berbarengan dengan operasional mal dan pusat perbelanjaan.

Sedangkan untuk rumah makan di luar mal, mereka dilarang melayani pelanggan makan di lokasi di atas jam 9 malam.

"Rumah makan itu kita sesuaikan dengan tutupnya mal jam 9 malam, setelah itu boleh melakukan drive-thru, tempat hiburan dari jam 2 siang ke jam 11 malam, kita kurangi," terangnya.

Ketua DPRD DKI Sempat Kaget Mengetahui Sekda DKI Saefullah Tutup Usia Hari Ini

Sekda DKI Jakarta Saefullah Tutup Usia, Ketua DPRD: Cara Kepemimpinannya Bisa Jadi Acuan

Kebijakan tutup operasional hingga pukul 21.00 WIB ini juga berlaku untuk pedagang kaki lima, kedai kopi dan rumah makan kecil di seluruh wilayah Kota Bekasi.

Selain itu, Rahmat memastikan pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan protokol kesehatan baik di lingkungan masyarakat maupun tempat usaha.

Personel dari aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kerja kontrak di seluruh lingkungan Kota Bekasi dipecah menjadi dua bagian.

"Kita terapkan kapasitas kantor 50 persen, jadi sebagian tetap bekerja dari kantor sebagian lagi bergabung menjadi relawan di lingkungan," terangnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved