Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

RPTRA di Jakut Tutup Usai PSBB Kembali Diterapkan, Pengelola Bikin Inovasi Olah Tanaman Jadi Makanan

Dengan adanya kondisi ini, pengelola RPTRA mesti putar otak untuk terus menciptakan produk kreatif.

ISTIMEWA/Dokumentasi Sudin Kominfotik Jakarta Utara
Makanan hasil olahan dari tanaman yang dibuat pengelola RPTRA di Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di DKI Jakarta ditutup sementara.

Dengan adanya kondisi ini, pengelola RPTRA mesti putar otak untuk terus menciptakan produk kreatif.

Salah satunya apa yang dilakukan pengurus RPTRA Green Bisma, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pengelola RPTRA Green Bisma, Nurhikmah mengatakan, inovasi yang dilakukan pihaknya adalah memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar RPTRA untuk diolah menjadi makanan dan minuman.

"Misalnya yaitu bunga telang dan daun kelor untuk diolah menjadi makanan dan minuman yang menyegarkan," kata Nurhikmah, Kamis (17/9/2020).

Hasil olahan bunga telang diberi nama Lmon Telang (Lelang) Drink.

Sementara daun kelor diolah menjadi makanan ringan stick kelor yang dijual dengan harga terjangkau.

"Untuk satu botol Lelang Drink dijual Rp 7 ribu dan satu bungkus stick kelor hanya Rp 15 ribu," kata Nurhikmah.

Selain RPTRA Green Bisma, pengelola lainnya dari RPTRA Lestari Indah juga mengolah tanaman jadi makanan.

Tanaman daun pandan yang banyak ditanam di area RPTRA diolah menjadi Kue Lumpur Lestari Indah (Lesti).

"Cara pembuatannya mudah seperti bubur sumsum yang menggunakan tepung beras ditambah daun pandan yang sudah diblender," kata pengelola RPTRA Lestari Indah, Fitri.

"Kue lumpur ini bisa dikonsumsi anak-anak karena olahannya lembut dan dijamin enak," imbuh Fitri.

Fitri menuturkan, hasil olahan kue lumpur itu dipasarkan secara daring salah satunya lewat WhatsApp Group.

"Satu cup kue lumpurnya kami jual Rp 5 ribu dan pemasarannya baru di sekitar wilayah Sungai Bambu, Warakas dan Papanggo. Biasanya pengurus RPTRA, PKK dan warga sekitar yang membeli produk kami," kata Fitri.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved