Breaking News:

Selama Pandemi Covid-19, Distribusi Narkoba di Indonesia Marak via Online

Berdasarkan data yang dimiliki Kantor Pusat Direktorat Jendral Bea dan Cukai, hampir semua tangkapan peredaran narkoba didapatkan melalui online

TRIBUNJAKARTA.COM/Ega Alfreda
Menurut Kepala Subdirektorat Narkotika Kantor Pusat DJBC, Tery Zakiar Muslim (tengah) saat dijumpai di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (16/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pandemi Covid-19 ternyata dimanfaatkan para pemasok narkoba di Indonesia.

Sebab, berdasarkan data yang dimiliki Kantor Pusat Direktorat Jendral Bea dan Cukai, hampir semua tangkapan peredaran narkoba didapatkan melalui transaksi online.

Menurut Kepala Subdirektorat Narkotika Kantor Pusat DJBC, Tery Zakiar Muslim, para pemasok barang haram tersebut sengaja memanfaatkan area yang tidak tersentuh oleh petugas, salah satunya menggunakan jasa pengiriman online.

"Sebelum pandemi, penumpang banyak dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba. Tapi saat pandemi maka jalur barang tidak tersentuh sama orang dipergunakan secara masif, itu terbukti dari penelusuran investigasi online," ujar Tery di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (16/9/2020).

Pria Dimutilasi Dibungkus Kantong Plastik, 2 Orang Diduga Terlibat Panjat Atap Kabur dari Polisi

Kasus Penyelundupan Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta Meningkat Saat Pandemi Gegara Ini

Penyelundupan Sabu ke Dubur di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Terjadi

Pengiriman menggunakan kargo dari penjualan online tersebut berasal dari domestik maupun luar negeri.

Bahkan, menurut Tery, dari 527 kasus penggagalan distribusi narkoba yang dilakukan pihaknya pada tahun 2020, sebanyak 70 persen digagalkan melalui jalur online.

"Sekitar 527 kasus sekitar 75 persen, karena kan sekarang penerbangan domestik masih bisa jadi 75 persen lebih menggunakan barang kiriman, baik masuk online atau gudang," jelas Tery.

Sementara, selama pandemi Covid-19 pula kasus penyelundupan narkotika di Bandara Soekarno-Hatta ternyata malah meroket.

Terbukti, belum sampai bulan Desember 2020, jumlah kasus yang ditegah Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta jauh lebih banyak dibandingkan dua tahun sebelumnya.

"Tahun 2020, ini terdata tegahan sudah 177 kasus. Mengalami kenaikan dari tahun 2018 dan 2019 padahal, belum sampai Desember," terang Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan, Rabu (16/9/2020).

"Menunjukan bahwa pada saat pandemi Covid-19, orang-orang terus usaha melakukan penyelundupan narkotika," tambah dia lagi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved