Breaking News:

Tiga Tahun Memendam Trauma, Remaja 15 Tahun Buka Suara Dicabuli Tukang Jahit

Tiga tahun memendam trauma, remaja di Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara akhirnya buka suara bahwa dia pernah jadi korban pencabulan.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
KANIT Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestabes Medan AKP Madianta Ginting (kiri) menginterogasi tersangka pencabulan anak saat diamankan di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tiga tahun memendam trauma, remaja di Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara akhirnya buka suara bahwa dia pernah jadi korban pencabulan.

Setelah menceritakan kisah pahitnya itu kepada orangtuanya, dengan didampingi keluarga, korban yang berumur 15 tahun warga Percut Seituan, Deliserdang itu mendatangi Polrestabes Medan.

Total ada dua pelaku pencabulan terhadapnya yang dilaporkan ke polisi.

Satu pelaku telah ditangkap yakni berinisial BG (35) yang merupakan seorang tukang jahit.

"Menurut pengakuan korban itu kejadiannya tahun 2017 sampai 2018, tapi baru belakangan inilah dia menyampaikan ke orang tuanya. Alasan tidak melapor karena takut katanya diancam," kata Kanit Unit PPA Polrestatabes Medan AKP Madianta Ginting, Kamis (17/9/2020).

Pelaku BG merupakan warga Nias Selatan yang saat ini berdomisili Jalan Meteorologi Raya, Medan Tembung.

Madianta menyebutkan, pelaku diamankan pada saat bekerja sebagai penjahit, Senin (14/9/2020)

"Tersangka ditangkap Senin sore waktu di tempat kerjaannya kan dia itu tukang jahit. Tepatnya itu di Pasar 8 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang," tuturnya.

Ia menerangkan, terdapat dua pelaku dalam kejadian ini dimana masing-masing melakukan aksinya di tempat yang berbeda dan tak berkaitan.

"Itu sebenarnya tempat yang berbeda enggak ada hubungan pelaku satu dengan pelaku dua. Iya yang cuma satu masih kita proses dan belum kita tetapkan jadi tersangka," tambah Madianta.

Lebih lanjut, Madianta menyebutkan penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah pihaknya memintai keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti.

"Sudah enam saksi yang terdiri dari korban, orangtua, keluarga, tetangga dan tempat korban bekerja. Dari hasil visum menyatakan keperawanan korban mengalami kerusakan," jelasnya.

Bejat, Ayah Kandung di Batam Tega Cabuli Anak Remajanya yang Lama Tak Bertemu

Tertangkap Cabuli Bocah Tetangga, Pelaku Berdalih Korban Mirip Anaknya

Para pelaku, katanya dijerat dengan pasal berlapis hingga dapat dijerat hingga hukuman 15 tahun.

"Tersangka disangkakan dengan Pasal 81, 82 Undang-undang Perlindungan Anak, tentang persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Bungkam Sejak 2017, Anak di Percut Sei Tuan Akhirnya Laporkan Dua Pelaku yang Cabuli Dirinya

Editor: Elga Hikari Putra
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved