Breaking News:

Berprofesi sebagai Dokter, Pencari Suaka asal Iran Tertangkap Basah Beli Sabu di Kampung Boncos

Kapolsek Palmerah, Kompol Supriyanto, membeberkan Reza Hosseini merupakan seorang dokter

Dokumentasi Polsek Palmerah, Jakarta Barat.
Warga Negara (WN) Iran, Reza Hosseini, ditangkap polisi setelah tepergok membeli sabu, di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Warga Negara (WN) Iran, Reza Hosseini, ditangkap polisi setelah ketahuan membeli sabu di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Kapolsek Palmerah, Kompol Supriyanto, membeberkan Reza Hosseini merupakan seorang dokter.

"Reza seorang dokter yang tinggal di Apartemen Green Pramuka (Jakarta Pusat)," kata Supriyanto, saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2020).

Reza menempati apartemen tersebut sejak 2019.

WN Iran Tepergok Beli Sabu di Kampung Boncos Jakarta Barat, Ditangkap Polisi Ngakunya Begini

Sindiran Gubernur Anies: Vaksi Covid-19 di Amerika Siap Kuartal Ketiga 2021, Indonesia Lain Cerita

Nyaris Diamuk Massa, Pelajar 13 Tahun Nekat Siram Penjaga Konter dengan Cairan Cabai Demi iPhone 11

Supriyanto menyatakan, WN Iran ini tergabung dalam United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Dia pencari suaka yang pernah aksi di kantor UNHCR (Jakarta Pusat)," ungkap Supriyanto.

Diketahui, polisi berhasil mengamankan Reza Hosseini pada pukul 20.30 WIB, Rabu (16/9/2020), di Kampung Boncos, Jalan ORI, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Polisi pun memergoki Reza Hosseini sedang menggenggam sabu di tangan kirinya.

"Pelaku menggenggam sabu di tangan kirinya," ujar Supriyanto.

"Dia mengaku beli sabu itu dari seseorang yang baru dikenal," sambungnya.

Polisi tak memberkan barang bukti apa lagi yang berhasil diamankan.

Kini, polisi masih menyelidiki ihwal penjual narkoba tersebut.

Sementara WN Iran, Reza Hosseini masih berada di Polsek Palmerah.

Akibat perbuatannya, Reza Hosseini dijerat Pasal 112 dan 114 Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman sepuluh tahun penjara.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved