Breaking News:

Bogor Diguyur Hujan Sejak Sore, Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Berstatus Siaga I

Tinggi Muka Air ( TMA ) Bendung Katulampa, Kota Bogor saat ini, Senin (21/9/2020) berstatus Siaga 1.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Kondisi Tinggi Muka Air ( TMA ) Bendung Katulampa, Senin (21/9/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Tinggi Muka Air ( TMA ) Bendung Katulampa, Kota Bogor saat ini, Senin (21/9/2020) berstatus Siaga 1.

Sejak sore tadi, TMA Bendung Katulampa terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan informasi yang diterima TribunnewsBogor.com sekira pukul 18.13 WIB, TMA Bendung Katulampa mencapai 250 centimeter.

Kenaikan TMA Bendung Katulampa ini terjadi secara bertahap sejak pukul 17.00 WIB.

Diketahui bahwa sebelumnya wilayah Kota Bogor diguyur hujan mulai sore tadi.

Di wilayah Bogor Utara, hujan sudah mulai reda pukul 18.30 WIB.

Arti Ketinggian Air di Pintu Air 

Warga yang berada di bantaran sungai diminta untuk selalu waspada.

Di luar urusan curah hujan dan saling keterkaitan antara ketinggian di satu pos pengamatan dengan pos lain atau beragam pintu air, status kesiagaan juga patut ditilik.

Muka air di Bendung Katulampa, Bogor, mencapai 240 cm atau pada posisi Siaga I pada Senin (5/2/2018) sekitar pukul 09:05 WIB.
Muka air di Bendung Katulampa, Bogor, mencapai 240 cm atau pada posisi Siaga I pada Senin (5/2/2018) sekitar pukul 09:05 WIB. (bpdb)

Demi lebih jelas memahami status-status tersebut, berikut pemaparan BPBD DKI Jakarta pada laman resminya:

Siaga IV : Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan diarahkan ke mana air bersangkutan, cukup dilakukan oleh komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

Siaga III : Bila Hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya debit air meningkat di pintu - pintu air, tapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan.

Meski demikian bila status siaga III sudah ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai kemungkinan bencana banjir.

Siaga II : Bila Hujan yang terjadi menyebabkan debit air mulai meluas, maka akan ditetapkan Siaga II, penanggung jawab untuk siaga II ini adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, yaitu Sekretaris Daerah.

Siaga I : Bila dalam enam jam debit air tersebut tidak surut dan kritis maka ditetapkan Siaga I. Penanggung jawab penanganan status siaga I langsung di tangan gubernur.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved