Breaking News:

Firli Bahuri: Wujud Bakti Seorang Anak Bukan Hanya Semasa Orangtua Hidup

Mantan Kabaharkam Polri ini diketahui sering berziarah ke makam ibundanya yakni (Almh) Hj. Sulastri.

Istimewa
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri saat nyekar ke makam sang ibunda 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri tak pernah berhenti untuk terus berbakti kepada orangtua. Bakti tersebut dilakukan saat orangtua masih hidup atau bahkan telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Mantan Kabaharkam Polri ini diketahui sering berziarah ke makam ibundanya yakni (Almh) Hj. Sulastri. Pada Minggu (20/9/2020) kemarin pun Firli mendatangi makam ibundanya.

"Ya, benar ini salah satu weekend religious activity," ujar Firli Bahuri menjawab pertanyaan wartawan, Senin (21/9/2020).

Lanjutnya, dengan berziarah ke makam orangtua juga mengajarkan bagaimana kita bijak dalam menjalani kehidupan, serta menyiapkan kehidupan akhirat.

"Orang cerdas adalah orang yang menyiapkan hidup dan kehidupan di dunia, sekaligus iapun menyiapkan hidup dan kehidupan akhirat," tuturnya.

Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris Positif Covid-19: Ini Dirawat di RS Pertamina

Tanpa Kehebohan dan Pencitraan Strategi KPK Pimpinan Firli Tangkap Ketua DPRD Muara Enim Diapresiasi

Firli Bahuri lantas teringat sebelum ibunda tercintanya wafat. Salah satunya momen ketika dia menyanyikan lagu bersama sang putera, Arfi, lagu berjudul 'Andaikan Kau Datang' yang dipopulerkan oleh Koes Plus.

"Banyak ungkapan yang bisa kita ambil makna yang begitu dalam, apakah dari ungkapan kata, puisi, lagu dan tulisan. Lagu-lagu yang sangat mengingatkan saya tentang hidup dan kehidupan alam kubur diantaranya lagu berjudul 'Andaikan kau datang' dari Koes Plus. Lagu ini pula yang saya nyanyikan tanggal 8 April 2020 dengan iringan gitar putra saya Arfi, sehari sebelum ibunda saya wafat," ungkap Firli.

Suami dari Ardina Safitri ini pun berpesan, semua atas kuasa dan kehendak Allah SWT. Karena sesungguhnya disitulah letak keikhlasan.

"Teruslah menebar kebaikan dan jangan pernah sulit memberi bantuan dalam hal kebaikan. Seketika kita bisa membantu, maka bantulah. Jangan pernah berharap balasan kebaikan, jikalau kita mendapat balasan kebaikan maka itu adalah suatu barokah dan keberkahan. Tetaplah menebar kebaikan, walaupun kita tidak akan pernah disebut sebagai orang baik. Semua kita serahkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved