Buruh di Bekasi Nyambi Jadi Pengedar Sabu, 18 Paket Narkoba Siap Edar Berhasil Diamankan
Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar di wilayah Bekasi ini, diamankan polisi beserta barang bukti 18 paket sabu siap edar.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRUBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi meringkus tersangka pengedar narkoba bernama Bustanul Ikhsan (45) di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, Senin, (21/9/2020).
Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar di wilayah Bekasi ini, diamankan polisi beserta barang bukti 18 paket sabu siap edar.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kompol Budi Setiadi mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat.
"Berawal dari informasi warga yang dapat dipercaya, di Jalan Setia Darma, Tambun Selatan kerap terjadi transaksi narkoba," kata Budi, Rabu, (23/9/2020).
Polisi selanjutnya bergerak dan melakukan penyelidikan di lokasi yang kerap dijadikan tempat peredaran narkoba tersebut.
"Dari hasil penyelidikan kami mencurigai satu orang, di sana kami langsung hampiri dan melakukan introgasi," terang Budi.
Orang tersebut merupakan tersangka bernama Bustanul, polisi selanjutnya melakunan penggeledahan hingga ditemukan barang bukti sabu di dalam tas.
"Kami temukan barang bukti 18 paket sabu siap edar dengan berat total keseluruhan 8 gram," ucap Budi.
Ketika ditanya, tersangka Bustanul mengaku barang haram itu didapat dari seorang nandar berinisial S.
"Tersangka dapat dari pelaku lain yang masih kita kerja berinisial S, informasinya berada di Jakarta," tuturnya.
• Penuh Lumpur, Saluran Air di Cibubur Dibersihkan
• Hasil Piala Liga Inggris: Man United Benamkan Tim Divisi Kedua 3-0, Satu Gol dari Titik Putih
• Sudah Pacari Janda Sejak Hamil Namun Ditolak Calon Mertua, Pria Ini Tega Culik Bayi Sang Kekasih
Barang haram itu didapat dengan cara membeli seharga RpRp5.000.000, dari situ tersanga Bustanul akan menjual kembali dalam bentuk eceran sehingga mendapat keuntungan.
"Dia (Bustanul) sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar, tapi karena alasan ekonomi dia nyambi jadi pengedar narkoba," terang Budi.