Persija Jakarta
Kiper Persija Kerap Jadi Langganan Timnas Level Senior hingga Junior, Pelatih Beberkan Rahasianya
Persija Jakarta menjadi klub paling sering menyumbang kipernya ke Tim Nasional Indonesia
Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Persija Jakarta menjadi klub paling sering menyumbang kipernya ke Tim Nasional Indonesia.
Baik itu di level senior yakni Andritany Ardhiyasa hingga level junior macam Risky Sudirman di Timnas U-19.
Terbaru ada nama nama Mohamad Indra Pramana. Indra Pramana merupakan kiper yang baru bergabung Persija Development Boarding School yakni pendidikan sepakbola berbasis asrama.
Di mana di sini, pemain mendapatkan pelatihan sepak bola, pelajaran sekolah berbasis cyber school, dan juga mendapatkan makanan dengan gizi terbaik, sekaligus ditempatkan di mes Sawangan Nirwana.
Sebelumnya pemain kelahiran 29 Juli 2005 dan bertinggi badan 180 cm ini merupakan kiper binaan SSB Harbi Putra Samarinda. Ia juga pernah bermain dan Juara 3 di Galasiswa U-13 tahun 2019 regional Kalimantan Timur. Indra juga sempat mengikuti program Persija Goalkeeper Camp yang dipimpin Andritani Ardhiyasa.
Kini dia dipanggil ke Program pemusatan latihan Timnas U-16 yang berlangsung di Bekasi, 20 hingga 29 September 2020.
Indra merupakan kiper kedua Persija U-16 yang bergabung ke pemusatan latihan Timnas U-16 setelah sebelumnya ada nama Hisyam Adil Tsani. Indra sendiri diproyeksikan ke Persija U-16.
Berbicara banyaknya kiper Persija baik itu level senior hingga junior yang dipanggil Timnas Indonesia membuat pelatih kiper EPA Persija, Arief Priyadhi angkat suara.
Arief menilai salah satu misi Persija Development yakni mencetak kiper berbakat yang nantinya bisa digunakan baik di level senior maupun timnas.
“Misi kami itu mencetak kiper hebat sehingga Persija tidak kesulitan untuk mencari kiper di masa depan. Kami juga memiliki standar tinggi memilih kiper terutama postur tubuh tinggi diluar tentunya memiliki kemampuan dasar kiper yang bagus,” ujar pria yang akrab disapa Ghesenk ini seperti dikutip dari laman resmi klub, Rabu (23/9/2020).
“Tidak hanya itu di sini selain berlatih dengan non kiper agar terkoneksi. Kami juga sering melakukan program individual kiper yang bertujuan meningkatkan kemampuan kiper itu sendiri,” tambahnya.

Perjuangan Andritany jadi kiper utama Persija sampai Timnas
Perjuangan Andritany Ardhiyasa untuk menjadi penjaga gawang nomor satu di Persija Jakarta dan Timnas Indonesia tidak mudah.
Andritany harus melewati serangkaian proses panjang untuk bisa menjadi andalan bermain di tim utama.
Perjalanan Andritay dimulai dari memperkuat tim Sriwijaya FC pada musim kompetisi 2009-2010.
Di skuat Laskar Wong Kito, penjaga gawang yang akrab disapa bagol itu tidak langsung menjadi pilihan utama.
Andritany harus menjadi pelapis penjaga gawang Ferry Rotinsulu dan Dede Sulaeman di Sriwijaya FC.
Selama dua musim berada di Sriwijaya FC, Andritany hanya mendapatkan sekali kesempatan bermain di tim utama.
Kesempatan itu didapatkan Andritany pada saat berhadapan dengan Persik Kediri pada bulan Februari 2010.
Setelah tidak mendapatkan banyak kepercayaan bermain, penjaga gawang berusia 28 tahun itu memutuskan membela tim asal tanah kelahirannya Persija Jakarta.
Saat bergabung dengan Persija, Andritany tidak langsung mendapatkan kesempatan bermain di tim utama.
Pada tahun tersebut, Persija Jakarta memiliki dua penjaga gawang berkualitas yakni Hendro Kartiko dan Roni Tri Prasnanto.
Perjalanan Andritany di musim pertamanya sama sekali tidak diberikan kesempatan bermain di tim utama Macan Kemayoran.
Terlebih pada putaran kedua Liga Indonesia 2010-2011, manajemen Persija kembali memperkuat tim dengan mendatangkan penjaga gawang berpengalaman Jendri Pitoy.
Hal tersebut semakin memberatkan persaingan Andritany untuk kesempatan bermain di Persija Jakarta.
Di waktu bersamaan, Andritany harus keluar masuk menjalani proses seleksi dan pemusatan latihan di Timnas Indonesia U-23.
Situasi tersebut semakin menyulitkan Andritany untuk dipercaya bermain di tim utama Macan Kemayoran.
• Persija Jakarta Siap Menatap Liga 1, Tony Sucipto: Saya Siap Dimainkan di Posisi Apapun
• Sejarah Persija Hari Ini, Tendangan Keras Bambang Pamungkas Bungkam Perlawanan Arema di GBK
• Daftar Homebase yang Pernah Digunakan Persija di Jakarta, Saksi Bisu Kejayaan Tim Macan Kemayoran
Barulah kepercayaan bermain mulai didapat pada satu musim berikutnya setelah Persija Jakarta ditinggal Hendro Kartiko dan Jendri Pitoy,
Andritany mulai dilirik oleh pelatih Persija Jakarta saat itu, Iwan Setiawan untuk bermain di tim utama.
Debut perdana penjaga gawang bernomor punggung 26 itu bersama Persija pada saat berhadapan dengan Persiram Raja Ampat di Stadion Surajaya, Lamongan, pada 11 Desember 2011.
Debut tersebut berbuah manis karena berhasil mencatatkan cleansheet dan membantu tim Macan Kemayoran meraih kemenangan.
“Tentunya momen itu saya tidak pernah saya lupakan saat menjalani debut bersama Persija. Saat itu bermain di Stadion Surajaya, Lamongan lawan Persiram, kita menang 6-0," kata Andritany Ardhiyasa.
Pada laga debutnya tersebut, Andritany masih ingat salah satu proses gol yang diciptakan oleh rekannya Ismed Sofyan ke gawang Persiram.
"Saya paling ingat momen saat Ismed mencetak gol lewat tendangan bebas dari sisi kiri lalu bolanya diarahkan ke kanan. Saya sendiri bangga waktu itu bisa menjalani debut dengan Persija,” tutupnya.
Setelah laga tersebut, Andritany mulai mendapatkan kepercayaan bermain di tim utama Macan Kemayoran.
Bahkan, pada musim-musim berikutnya Andritany langsung dipercaya memperkuat Timnas Indonesia U-23 dan senior. (TribunJakarta.com/Persija.id)