Jakarta Dikepung Banjir
Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan, Pemprov DKI Masih Andalkan Pompa Tua Berusia 10 Tahun Lebih
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengakui, pihaknya masih menggunakan banyak pompa tua dalam penanganan banjir di tahun 2020 ini.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengakui, pihaknya masih menggunakan banyak pompa tua dalam penanganan banjir di tahun 2020 ini.
Dari total 478 unit pompa stasioner dan mobile yang dimiliki saat ini, Juaini menyebut, sebagian telah berusia lebih dari 10 tahun.
"Memang banyak pompa-pompa kita ada yang umurnya di atas 10 tahun," ucapnya, Kamis (24/9/2020).
Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini mengatakan, pihaknya belum bisa mengganti seluruh pompa tua itu.
Meski demikian, Juaini memastikan, pompa-pompa lawas itu masih bisa bekerja maksimal mengatasi banjir di ibu kota.
Sebab, perawatan rutin terus dilakukan pihaknya terhadap pompa-pompa tersebut.
"Kami tetap lakukan pemeliharaan rutin. Emang perlu dirawat itu," ujarnya di Balai Kota DKI.

Peremajaan pompa tua itu sendiri bakal dilakukan secara bertahap.
Untuk tahun 2020 ini, Dinas SDA DKI berencana membeli 19 unit pompa mobile baru.
"Tahun ini kami mau tambahkan baru pompa mobile. Sekarang dalam proses lelang, ada sekira 19 unit," kata dia.
Sementara itu, pengerjaan rumah pompa baru bakal mulai digenjot di tahun 2021 mendatang.
• Wakil Wali Kota Beberkan Lokasi Rawan Banjir di Jakarta Pusat
• Antisipasi Banjir, Pemkot Jakarta Pusat Siapkan 34 Penampungan Air
Adapun pengerjaan rumah pompa baru ini bakal menggunakan dana pinjaman dari pemerintah pusat yang diberikan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 12,5 triliun.
Dari jumlah tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun untuk penanganan banjir.
"Untuk penambahan rumah pompa baru, polder baru mungkin di awal 2021 ya," tuturnya.
Bencana banjir sendiri kembali terjadi di ibu kota pada Selasa (22/9/2020) kemarin.
Puluhan pemukiman warga yang ada di lima wilayah kota administrasi terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sehari sebelumnya.
Selain karena intensitas hujan, banjir juga disebabkan oleh air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.