Jakarta Dikepung Banjir

Jelang Musim Hujan, DKI Baru Buat 3.000 Sumur Resapan dari Target 300 Ribu

Jelang musim hujan, DKI Jakarta ternyata masih kekurangan jumlah sumur resapan untuk mengantisipasi banjir.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Leo Permana
ILUSTRASI Alat berat yang digunakan petugas Sudin SDA untuk menggali tanah yang akan digunakan untuk sumur resapan di Kawasan Monas, Selasa (19/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelang musim hujan, DKI Jakarta ternyata masih kekurangan jumlah sumur resapan untuk mengantisipasi banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, awalnya pihaknya menargetkan membuat 300 ribu sumur resapan yang tersebar di sejumlah lokasi.

Pembuatan sumur resapan ini pun dilakukan bersama pihak ke tiga atau vendor di sejumlah lokasi yang tersebar di lima kota administrasi.

"Tahun ini (targetnya) sekira 300 ribu titik (sumur resapan) disebar di lima wilayah," ucapnya, Kamis (24/9/2020).

Meski demikian, nyatanya baru 3.000 sampai 4.000 sumur resapan yang dibuat hingga saat ini.

"Dari awal tahub mungkin sudah ada sekira 3.000 sampai 4.000 sudah terpasang," ujarnya di Balai Kota DKI.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini berdalih, hal ini disebabkan oleh sulitnya mencari pihak ketiga yang mau menggarap proyek pembuatan drainase vertikal ini.

Walau begitu, Juaini tetap optimis, pihaknya bisa mengebut proses pengerjaan dan target 300 ribu sumur resapan tahun ini dapat terealisasikan.

"Kalau vendornya sudah nambah, mungkin secara bertahap kita bisa uber yang sisanya itu," kata dia.

Selain di ruang terbuka hijau (RTH), Juaini mengatakan, pihaknya juga berencana membuat drainase vertikal ini di berbagai fasilitas milik pemerintah.

"Rencanamya nanti kita akan pasang di beberapa gedung milik Pemda DKI. Contohnya di kantor kelurahan, kecamatan, puskesmas, hingga masjid," tuturnya.

"Itu untuk menambah titik-titik dari sumur resapan," sambungnya.

Hal ini dilakukan agar bencana banjir seperti yang terjadi pada Selasa (22/9/2020)  lalu tidak terulang lagi.

Banjir yang terjadi pada Selasa lalu itu sendiri merendam puluhan pemukiman warga di ibu kota.

Adapun banjir disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur pada Senin (21/9/2020) malam dan juga air kiriman dari Bendungan Katulampa.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved