Breaking News:

KH Cholil Nafis: Tegaknya Keadilan dan Kedamaian Membutuhkan Agama Sekaligus Negara

Menurut Cholil Nafis, baik agama ataupun negara harus sama-sama ditegakkan oleh seluruh warga di Indonesia.

Tribunnews.com
KH Dr Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah MUI 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menjelaskan mengenai antara agama dan negara.

Menurut Cholil Nafis, baik agama ataupun negara harus sama-sama ditegakkan oleh seluruh warga di Indonesia.

Sebab, kata Cholil Nafis, akhir-akhir ini hubungan agama dan negara seringkali dipertentangkan.

Antara memelihara negara (himayatud daulah) dan menjaga agama (himayatud din), jelas Cholil Nafis, terkadang kerap dipandang secara dikotomis.

Meneguhkan Indonesia Berdasarkan Pancasila yang Asli

Mengapa Tak Haji Tahun 2020, Ini Penjelasan Jubir Satgas Covid-19 MUI

Cholil Nafis menilai, seseorang berslogan menjaga kebhinekaan acapkali abai terhadap nilai-nilai agama.

Sementara untuk seseorang yang berslogan memperjuangkan agama, kadangkala jadi anti nasionalisme.

"Padahal antar agama dan negara itu bagai dua sisi mata uang. Negara butuh agama untuk membangun nilai-nilai peradaban dalam berbangsa dan bernegara"

"Sedangkan agama membutuhkan negara demi penegakan hukum dan keteraturan sosial. Maka untuk tegaknya keadilan dan kedamaian membutuhkan agama sekaligus negara," ujarnya, Jumat (25/9/2020).

Dijelaskan Cholil Nafis, Alquran dan hadist tidak menyebutkan model negara.

Menurutnya, negara tidak harus sepenuhnya jadi negara agama.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved