Penemuan Mayat Pria Korban Mutilasi

Pekan Depan, Laeli-Fajri Pelaku Mutilasi di Kalibata City Akan Jalani Tes Kejiwaan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Laeli dan Fajri dijadwalkan diperiksa kejiwaannya pada pekan depan.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka berinisial DAF dan LAS diperlihatkan saat konferensi pers pengungkapan mutilasi, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020). Polisi menangkap dua pelaku mutilasi Rinaldi Harley Wismanu yang ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta, dengan motif ingin menguasai harta korban. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pasangan kekasih Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26) akan menjalani tes kejiwaan.

Keduanya merupakan tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap manajer HRD PT Jaya Obayashi Rinaldi Harley Wismanu (33).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Laeli dan Fajri dijadwalkan diperiksa kejiwaannya pada pekan depan.

"Kami rencanakan pekan depan coba periksa kejiwaan," kata Yusri kepada wartawan, Kamis (24/9/2020).

Menurut Yusri, hasil tes kejiwaan pasangan kekasih itu akan dimasukkan ke dalam berkas perkara.

"Kami lengkapi dulu berkasnya untuk memantapkan unsur pasal yang menjerat tersangka, yaitu Pasal 338, 340, dan 368," ujar dia.

Pembunuhan ini bermula ketika korban berkenalan dengan Laeli melalui aplikasi Tinder.

Setelah intens berkomunikasi, Rinaldi dan Laeli memutuskan untuk bertemu pada Senin (7/9/2020).

Pada Rabu (9/9/2020), keduanya menyewa kamar di apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Kamar itu disewa selama tiga hari hingga Sabtu (12/9/2020).

Antisipasi Banjir, PPSU Kelurahan Gunung Keruk Endapan Sedimen di Kali Grogol

Beberkan Ancaman Nyata Kebangkitan PKI, Gatot Nurmantyo: Saya Cuma Ingatkan Ada Sejarah Kelam

"Saat masuk kamar di tanggal 9 September, ternyata DAF sudah lebih dulu masuk. Dia bersembunyi di kamar mandi," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat merilis kasus ini.

Ketika korban dan Laeli sedang berhubungan intim, Fajri keluar dari tempat persembunyiannya.

Fajri langsung menghampiri Rinaldi dan memukul kepala bagian belakang korban menggunakan batu bata sebanyak tiga kali.

Selain itu, jelas Nana, Fajri juga melakukan tujuh tusukan kepada Rinaldi hingga korban meninggal dunia.

Jenazah Rinaldi kemudian dimutilasi menggunakan gergaji besi dan pisau pemotong daging.

Pada Sabtu (12/9/2020), potongan tubuh korban yang dibungkus plastik kresek dan dimasukkan ke koper dibawa ke Apartemen Kalibata City.

Itu adalah hari di mana keluarga korban melapor ke Polda Metro Jaya terkait orang hilang.

Empat hari kemudian, jenazah korban yang sudah dimutilasi ditemukan di sebuah kamar di lantai 16 Tower Ebony.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved