Breaking News:

Persija Jakarta

Eks Bek Persija Jakarta Soroti Harga Tinggi Pemain Muda di Bursa Transfer

Bursa tranfer sepak bola Indonesia sekarang berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.

WARTAKOTALIVE.COM/Rafsanzani Simanjorang
Aris Indarto, bek tengah Persija Jakarta tahun 2000 hingga tahun 2006, serta musim 2008 hingga 2011 

TRIBUNJAKARTA.COM,JAKARTA- Bursa tranfer sepak bola Indonesia sekarang berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.

Khususnya pada nilai pasar pemain muda yang begitu mencolok.

Sebut saja Evan Dimas yang direkrut Persija Jakarta beberapa waktu lalu yang dilaporkan senilai Rp 5,2 Miliar , bek Bali United, Ricky Fajrin senilai Rp 4,8 Miliar, Febri Hariadi senilai Rp 5,9 Miliar dan masih ada pemain lainnya.

Harga tinggi pemain lokal Indonesia meskipun masih berusia muda ternyata mampu membawa dampak positif maupun negatif.

Hal ini dikatakan oleh mantan bek tengah Persija Jakarta, Aris Indarto.

"Positifnya, dengan dihargai tinggi otomatis si pemain dapat merubah kesejahteraannya," buka Aris yang kini memegang lisensi B AFC kepada Warta Kota belum lama ini.

Ada pun dampak negatifnya adalah, nilai tinggi mampu membuat pemain terlalu percaya diri dan lupa meningkatkan kualitasnya.

Persija dan Marco Motta Belum Sepakat, Manajemen Terus Negosiasi Ajak Bergabung

Absen Lama Perkuat Persija, Rohit Chand Perlu Waktu Bisa Nyetel Lagi Bareng Tim

Jika hal itu berlanjut, Aris menjelaskan dapat membuat permasalahan baru di pemain nantinya.

"Pasti semua bertanya-tanya apakah benar si pemain dihargai semahal itu? dan mengapa harganya mahal namun tak sesuai ekspektasi?, ini yang membuat ketidakpercayaan akan harga tranfer itu lagi," tutup pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah 23 Februari 1978 ini. (WARTAKOTALIVE.COM/Rafsanzani Simanjorang)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved