Breaking News:

Gunakan Hati Lawan Penyakit Jantung, YJI Ingatkan Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Setiap tahunnya, seluruh dunia memperingati World Heart Day (WHD) atau Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Serangan jantung merupakan penyakit mendadak yang memang tidak diawali dengan gejala apapun. Selain keturunan sakit jantung juga bisa disebabkan oleh gaya hidup. Pola hidup yang tidak sehat seperti makan yang berlebihan, mengosumsi alkohol serta merokok adalah kegiatan yang dapat membuat orang mudah terkena risiko penyakit serangan jantung. TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Setiap tahunnya, seluruh dunia memperingati World Heart Day (WHD) atau Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September.

Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga jantung agar tetap sehat.

Di tahun 2017, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) memaparkan bahwa penyakit jantung dan kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia yaitu sebesar 17,79 juta jiwa.

Di Indonesia penyakit jantung dan kardiovaskular juga menjadi menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 26,4%.

"Ini berarti satu dari setiap empat orang yang meninggal di Indonesia adalah akibat penyakit jantung dan kardiovaskular," ungkap Yayasan Jantung Indonesia dalam informasi yang diterima, Selasa (29/9/2020).

Penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner terjadi akibat adanya penyumbatan pada aliran darah arteri ke jantung.

Pembuluh darah utama yang memasok darah, oksigen dan nutrisi ke jantung menjadi rusak. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa penyakit jantung koroner ini bisa dicegah sejak dini.

Yayasan Jantung Indonesia menjelaskan, penyakit jantung koroner merupakan penyakit gaya hidup dan dapat dihindari dengan menerapkan gaya hidup yang sehat sejak sedini mungkin.

"Trennya pun sudah menunjukkan bahwa penyakit jantung dan kardiovaskular menyerang kelompok usia produktif.
Generasi milenial juga masuk kelompok umur yang rentan terhadap penyakit jantung dan kardiovaskular," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved