Breaking News:

Penumpang Dilecehkan Tenaga Medis

Jejak Cabul Tenaga Kesehatan Ngaku Dokter Korbannya Penumpang, Pernah Bawa Anak Orang 2018

Terungkap jejak cabul tenaga kesehatan mengaku dokter yang melecehkan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Tersangka dokter mesum, EF, berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di bilangan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dan sudah mendarat di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (25/9/2020). 

"Sebenarnya LHI (penumpang, red) ini awal rapid test-nya sudah nonreaktif," ungkap Yusri dalam konferensi pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (29/9/2020).

"Namun, oleh pelaku ini dibuat dua kali karena berdalih yang pertama reaktif dan bila membayar sejumlah uang atau ada transaksi, maka hasilnya bisa menjadi nonreaktif," imbuh dia.

Diketahui, EF mengambil untung dari LHI pada Minggu (13/9/2020).

Saat itu, LHI berencana akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Nias, Sumatera Utara, menggunakan maskapai Citilink.

Dianggap Paling Sempurna, Nia Ramadhani Ungkap Masa Lalu: Banyak Keputusan yang Tak Selalu Benar

Lantaran korban belum memiliki surat nonreaktif, LHI mendatangi fasilitas rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sekira pukul 04.00 WIB.

"Saat itulah korban diberitahu kalau hasil rapidnya reaktif dan dibujuk bila membayar nominal tertentu, hasil rapid test bisa berubah. Akhirnya korban mentransfer Rp 1,4 juta ke rekening pelaku," beber Yusri.

Tersangka dokter mesum, EF, berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di bilangan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dan sudah mendarat di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (25/9/2020).
Tersangka dokter mesum, EF, berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di bilangan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dan sudah mendarat di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (25/9/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Setelah itu, terjadi pencabulan di area lorong berdekatan dengan lokasi rapid test untuk penumpang.

Barulah pada 18 September atau lima hari setelahnya, korban LHI berani bersuara atas apa yang menimpa dirinya di akun Twitter miliknya.

Setelah cuitan tersebut, pada 18 September malam, tiga penyelidik Polresta Bandara Soekarno-Hatta menyusuri keberadaan korban.

Akhirnya, penyidik mendapati korban berada dan tinggal di Gianyar, Bali.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved