Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemprov DKI Modifikasi Bus Sekolah untuk Bawa Pasien Terpapar Covid-19 ke RS Rujukan

Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dikerahkan dalam proses evakuasi pasien terkonfirmasi ke RS rujukan

Dokumentasi UPAS Dishub DKI
Tampak bus sekolah yang dimodifikasi untuk membawa pasien terkonfirmasi ke RS rujukan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dikerahkan dalam proses evakuasi pasien terkonfirmasi ke RS rujukan.

Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta Ali Murthado mengatakan pihaknya mengerahkan 10 unit bus yang sudah dimodifikasi guna mengangkut pasien terkonfirmasi.

"Jadi kabin antara penumpang dengan pengemudi kita beri sekat, agar menghindari kontak langsung antara pasien yang terkonfirmasi dengan sopir," kata Ali saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (29/9/2020).

Selain memastikan keamanan sopir agar tak terpapar Covid-19, sekat yang digunakan jadi pemisah itu berguna untuk mengurangi beban psikologis sopir.

Pasalnya beda dengan sopir ambulans yang sejak awal memiliki kemampuan penanganan medis dan secara mental lebih siap bertugas membawa pasien terkonfirmasi.

Sopir bus UPAS baru memiliki bekal kemampuan medis saat membawa pasien terkonfirmasi dan tidak terbiasa mengangkut pasien sehingga memiliki beban psikologis.

"AC juga tidak kita pakai, jadi kita pakai kipas. Jemudian ventilasi bus dimodifikasi, ini saran dari tim medis. Karena bus kita kan bukan ambulans, jadi dimodifikasi," ujarnya.

Rahmat Effendi Sebut Kapasitas RS Darurat Stadion Patriot Bekasi Hampir Penuh

Pria di Depok Nekat Curi Handphone Korbannya yang Sedang Tidur di Pelataran Masjid

Dalam prosedur evakuasi, usai bertugas membawa pasien Ali menuturkan bus dan pengemudi menjalani proses dekontaminasi atau penyemprotan disinfektan.

Dekontaminasi dilakukan guna memastikan tidak ada virus yang menempel di bus dan awak bus setelah membawa pasien terkonfirmasi ke sejumlah RS Rujukan.

"Awak bus kita seleksi berdasarkan usia, maksimal 40 tahun. Kemudian riwayat kesehatan, kita upayakan yang blm berkeluarga. Lalu keterampilan, kepiawaian dalam membawa bus," tuturnya.

Sejak awal Maret 2020 hingga 27 September 2020 tercatat 1.800 pasien terkonfirmasi dievakuasi menggunakan bus UPAS Dishub DKI Jakarta ke sejumlah RS rujukan.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved