Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Lebih dari 1.000, DPRD Minta Pemprov DKI Berbenah Diri

Sebanyak 1.132 orang terpapar Covid-19 dan tercatat dalam data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pada Selasa (29/9/2020)

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Ruangan atau tempat isolasi pasien corona, di lantai 1, tower 7, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 1.132 orang terpapar Covid-19 dan tercatat dalam data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pada Selasa (29/9/2020).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebaiknya memperbaiki sistem PSBB ketat.

"Dua minggu penerapan PSBB berlangsung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak kunjung berbenah diri," kata Anggara, dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2020).

“Ini waktu bagi pemerintah untuk konsolidasi dan berbenah diri sehingga jika status PSBB ketat dicabut, pemerintah sudah lebih siap mengatasi tantangan lebih besar," lanjutnya.

Anggara melanjutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak kunjung meningkatkan kapasitas test, trace, dan isolate (TTI) di masa pengetatan PSBB ini.

Dia menyebut, pihaknya menemukan masa tunggu hasil tes usap semakin panjang.

Masa tunggu yang seharusnya 2 hari menjadi 7-8 hari.

"Ini meningkatkan resiko penularan karena selama menunggu, pasien masih mengira tidak terinfeksi dan masih berkegiatan (siapa tahu) sudah positif Covid-19,” jelas dia.

"Konversi rumah sakit untuk menopang rumah sakit yang okupansi penuh juga terkendala dana BTT (Belanja Tidak Terduga) yang tak kunjung cair," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved