Gerakan 30 September

Kesaksian Mbah Nardi: Kala PKI Jarah Ratusan Hektar Tanah Wakaf Pondok Gontor di Mantingan (Part 1)

Berikut kesaksian Mbah Nardi ketika PKI menjarah ratusan hektare tanah wakaf Pondok Gontor di Mantingan. Inilah perlawanan kaum Muslim di Ngawi.

Editor: Y Gustaman
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi. 

Itulah antara lain yang disampaikan oleh saudara Brata Mustaqim saat itu dan sepulang beliau, kami segera bekerja merekrut para relawan.

Saya sendiri kebagian merekrut para relawan dari Dukuh Cepoko dan ternyata pekerjaan itu tidaklah mudah. Tidak mudah meyakinkan orang untuk diajak ketempat di mana kemungkinan akan terjadi perlawanan, terutama dalam menghadapi orang tua mereka.

Itu terbukti sampai waktu kami harus berangkat, saya dari Dukuh Cepoko, hanya berenam saja. Akhirnya, bersedia mengikuti ajakan tersebut.

Saya berenam berkumpul di rumah seorang tokoh di Ngompak, bertemu dengan relawan-relawan yang lain dan berangkat menuju Dadung, Sambirejo, Mantingan.

Saya bersama yang lain datang di masjid Dadung dan secara diam-diam, kami masuk loji lewat pintu samping. Di dalam sudah ada banyak orang dan setelah masuk loji, kami tidak diperbolehkan keluar lagi, walaupun dengan alasan apapun. 

Untuk mendukung kepentingan kami semua, kebutuhan sudah disediakan oleh saudara Brata Mustaqim: makan, minum, dan keperluan lain, termasuk alat-alat pemukul yang terdiri dari potongan kayu, maupun bambu, yang akan dijadikan alat bagi para relawan, sudah disediakan.

Demikanlah dalam rentang waktu dua hari, kelompok demi kelompok relawan masuk ke dalam loji. Sehingga malam menjelang hari H, loji sudah dipenuhi ratusan lebih relawan yang keberadaannya tanpa diketahui oleh masyarakat sekitar, sungguh, suatu teknik konsentrasi masa yang luar biasa bagus. 

To be continued....

Disclaimer: Isi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Artikel ini ditayangkan atas izin penulis

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved