Breaking News:

Gerakan 30 September

Kesaksian Mbah Nardi: Pecah Perang Fisik Umat Muslim dengan Kelompok PKI (Part 2)

Dia bersuara rendah, karena takut didengar orang di luar loji. Beliau mengobarkan semangat juang, sekaligus membagi tugas kelompok.

Editor: Y Gustaman
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi. 

Penulis: Sunardi, Warga Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi

TRIBUNJAKARTA.COM - Malam itu beberapa pesan disampaikan oleh saudara Brata Mustaqim. Layaknya seorang pimpinan badannya tinggi, cukup besar, tegap, bicaranya tegas dan  berwibawa.

Untuk mengetahui cerita awalannya silakan baca: Kesaksian Mbah Nardi: Kala PKI Jarah Ratusan Hektar Tanah Wakaf Pondok Gontor di Mantingan (Part 1)

Dia bersuara rendah, karena takut didengar orang di luar loji. Beliau mengobarkan semangat juang, sekaligus membagi tugas kelompok untuk besok paginya.

Sebagian besar relawan dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadi perlawanan fisik antara kami, melawan mereka para penggarap.

Bahkan diingatkan kemungkinan bisa saja terjadi duel satu lawan satu kalau itu sampai terjadi. Kami diperintah untuk tidak ragu ragu menghadapi mereka.

Namun di sisi lain, kami semua diingatkan dan dilarang mengusik wanita, anak-anak dan orangtua.

Sang pimpinan mengakhiri pesannya, dengan mengatakan bahwa besok pagi beliau akan mengadakan pertemuan dengan mereka para penggarap di lapangan seberang jalan.

Tak lupa turut mengundang para pejabat Kecamatan Mantingan sebagai saksi dalam upaya terakhir untuk meminta para penggarap sawah tanah wakaf, mau membagi hasil sawahnya. Sebagaimana keumuman yang berlaku.

Kalau upaya itu berhasil, maka masalah selesai, tidak akan ada pergerakan fisik dan tidak akan ada perlawanan. Namun, kalau mereka bersikukuh pada pendiriannya, tidak mau menerima ajakan baik pihak Pondok Gontor, mereka kita lawan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved