Breaking News:

Gerakan 30 September

Kisah Kakek Saimi, Pernah Rasakan Kekejaman PKI hingga Menangis saat Bangun Monumen Pancasila Sakti

Bagaimana pengalaman Kakek Saimi yang ikut membangun Monumen Pancasila Sakti? Berikut kisah Kakek Saimi yang juga korban kekejaman PKI.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Saimi, saat ditemui di Jalan Kerja Bakti, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020) 

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Setiap tanggal 30 September, bangsa Indonesia akan memperingati peristiwa berdarah yang disebut dengan peringatan Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI).

Hal tersebut bertujuan untuk mengenang para Pahlawan Revolusi atau dikenal dengan Pahlawan Nasional yang gugur dalam G30S/PKI.

Memperingati hari bersejarah tersebut, TribunJakarta pernah mewawancarai seorang saksi sejarah.

Sosok Saimi (74) sempat mengalami kekejaman PKI, hingga ikut membangun Monumen Pancasila Sakti secara sukarela. 

Berikut wawancara TribunJakarta.com bersama saksi sejarah G30S/PKI dan pembangunan Monumen Pancasila Sakti pada Januari lalu.

Kakek Saimi, pria yang dituakan oleh warga Kampung Makasar, karena pengalamannya ikut membangun Monumen Pancasila Sakti dan sempat diancam PKI.

Mengenang 10 Pahlawan Revolusi yang Gugur di Peristiwa G30S/PKI, Siapa Saja? Simak Ulasannya

Monumen Pancasila Sakti berada di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Monumen ini merupakan tempat bersejarah yang dibangun untuk mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi.

Tugu Pahlawan Revolusi yang nampak berdiri megah di Komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).
Tugu Pahlawan Revolusi yang nampak berdiri megah di Komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

Untuk mempertahankan ideologi bangsa Indonesia dari ancaman komunis atau PKI, tercatat 7 pahlawan gugur.

Di antaranya ialah Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R Suprapto, Mayjen TNI Siswondo Parman, Mayjen TNI MT Haryono, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo dan Perwira TNI Lettu Pierre Tendean.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved