Breaking News:

Gerakan 30 September

Memperingati G30S/PKI ke-55, Museum Jenderal Besar DR AH Nasution Sepi karena Pandemi

Sejumlah pengunjung pun berada di area Museum Jenderal Besar DR AH Nasution.  Mereka mengenakan masker dan mengendarai sepeda motor.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Suasana di Museum Jenderal Besar DR AH Nasutin, di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gerakan 30 September atau lebih dikenal G30S/PKI ke-55 tepatnya jatuh pada hari ini, Rabu (30/9/2020).

Pada 30 September 1965 hingga 1 Oktober 1965, histori kelam Indonesia berawal dari sana.

Tujuh jenderal Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) diculik pasukan Cakrabirawa, pada waktu tersebut. 

Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Mayjen D I Pandjaitan, dan Mayjen MT Haryono.

Lalu Pierre Tendean, Mayjen S Parman, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

Suasana di Museum Jenderal Besar DR AH Nasutin, di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2020).
Suasana di Museum Jenderal Besar DR AH Nasutin, di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2020). (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Mereka mengalami penyiksaan saat peristiwa G30S/PKI tersebut. 

Meski begitu, ada satu jenderal yang menjadi sasaran juga tapi berhasil selamat.

Sosok tersebut adalah Abdul Haris Nasution alias Jenderal Besar DR AH Nasution.

Sebagai penghormatan, Museum Jenderal Besar DR AH Nasution pun didirikan di Jalan Teuku Umar, Nomor 40, kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved