Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Ruang Isolasi Covid-19 RSU Tangsel Penuh dan Kesulitan Mencari Rujukan, Ini Penjelasannya

Lasdo menjelaskan, RSU Tangsel bukanlah rumah sakit rujukan Covid-19. Maka setiap pasien dengan gejala berat akan langsung dirujuk

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Fasad RSU Tangsel, Pamulang, Rabu (30/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Sejak Agustus hingga September 2020, ruang isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai penuh.

Intensitas lonjakan pasien Covid-19 dengan pemberatan penyakit penyerta mulai terasa di rumah sakit pelat merah itu.

Hal itu diungkapkan Koordinator Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSU Tangsel, Lasdo, saat ditemui di ruangannya, RSU Tangsel, Pamulang, Rabu (30/9/2020).

"Jadi posisi rumah sakit Tangsel itu bukan rumah sakit khusus Covid-19. Jadi yang untuk menggambarkan seberapa besar peningkatannya, rumah sakit kurang bisa menggambarkan. Kita kan tergantung jumlah bed-nya saja. Selama bed-nya penuh ya kita tidak terima rujukan," ujar Lasdo.

Dari 18 tempat tidur yang tersedia, selalu penuh selama dua bulan belakangan.

"Tapi kalau terasa peningkatan, memang terasa, memang bed ada saja itu satu dua masih kosong. Kalau sekarang full terus," papar Lasdo.

Lasdo mengatakan, rata-rata penanganan pasien Covid-19 selama tujuh hari.

Lasdo menjelaskan, RSU Tangsel bukanlah rumah sakit rujukan Covid-19. Maka setiap pasien dengan gejala berat akan langsung dirujuk.

Namun, rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya pun sedang penuh. Lasdo mengungkapkan, pencarian rujukan sedang sulit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved