Sebelum Dijambret, Pelajar SMP di Pasar Minggu Sempat Diancam Akan Dibacok

Ibu korban, Marliana, mengatakan sang anak sempat menerima ancaman akan dibacok oleh pelaku

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Lokasi penjambretan yang menimpa pelajar SMP di Gang Haji Musa, Jalan Benda, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Annas Furqon Hakim 

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Salsabila (13) menjadi korban penjambretan di Gang Haji Musa, Jalan Benda, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ibu korban, Marliana, mengatakan sang anak sempat menerima ancaman dari pelaku.

"Sempat diancam, katanya mau dibacok," kata Marliana saat ditemui di kediamannya, Rabu (30/9/2020).

Marliana menjelaskan, pelaku penjambretan berjumlah dua orang yang berboncengan sepeda motor.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/9/2020) sekitar pukul 18.30. Aksi penjambretan ini terekam CCTV salah satu rumah warga.

Ketika itu, korban bernama Salsabila (13) berjalan kaki bersama adik dan seorang temannya setelah fotocopy tugas sekolah.

Tiba-tiba ketiganya diadang dua orang berboncengan motor dari arah berlawanan.

"Anak saya ditarik tangannya, bajunya, terus didorong," ujar ibu korban, Marliana, saat ditemui di kediamannya, Rabu (30/9/2020).

Berdasarkan cerita anaknya, Marliana mengatakan kedua pelaku sudah mengintai korban dari sebuah toko.

"Dia (korban) cerita, kok itu orang ngelihatin saja, tapi di cuek karena dikira temannya," ujar dia.

"Pas masuk gang diikutin, cuma masih dikira orang lewat saja. Terus orangnya balik lagi, nyamperin ke dia terus HP-nya diambil," tambahnya.

Sudah 7 Hari Dirawat di RS Polri, Dokter Pelaku Aborsi Ilegal Raden Saleh Meninggal

Ini Alasan PSSI Ngotot Perjuangkan Liga 1 dan Liga 2 Bergulir Tahun Ini

Pulang Fotocopy Tugas Sekolah, Pelajar SMP di Pasar Minggu Jadi Korban Jambret HP

Menurut dia, sejumlah aksi kriminal pernah terjadi sebelumnya di lokasi penjambretan yang menimpa anaknya.

"Yang saya dengar dari orang sini katanya sudah sering kejadian, biasanya siang sama habis Magrib di situ sepi," tutur Marliana.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved