Breaking News:

Tak Ingin Bergantung dari Penjualan Tiket, MRT Jakarta Ajak UMKM Berkolaborasi

PT MRT Jakarta tak ingin bergantung dari hasil penjualan tiket kereta cepatnya.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Suasana di area stasiun MRT Bundaran HI tampak lengang, pada Minggu pagi (15/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT MRT Jakarta tak ingin bergantung dari hasil penjualan tiket kereta cepatnya.

Mereka berencana mengandalkan pendapatan non-tiket atau non-fare box dengan cara mengajak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berkolaborasi.

Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar, menyebut pendapatan dari hasil penjualan tiket tetap dinilai penting meski UMKM akan diajak berkolaborasi.

"Kami mengatakan ini bukan berarti bisnis fare box (penjualan tiket) tidak penting," ucap William, dalam diskusi virtual bersama Wartawan yang diselenggarakan MRT Jakarta, Rabu (30/9/2020).

"Ini sangat penting, tapi (kolaborasi UMKM) ini dilakukan untuk mencegah bisnis kolaps," lanjutnya.

Karena hal itu, MRT Jakarta tak ingin bergantung kepada jumlah penumpang MRT Jakarta.

William mengatakan tujuan kolaborasi dengan UMKN guna menyelamatkan sektor perekonomian.

"Tdak hanya mengandalkan pada ridership (penumpang), kami paling tidak bisa mempertahankan bisnis fare box," jelasnya.

Masa PSBB Ketat, Jumlah Penumpang MRT Jakarta Menurun

Daftar Lengkap Jadwal Operasional MRT Jakarta Selama Pengetatan PSBB DKI Jakarta

Dia menuturkan, pendapatan dari penumpang MRT Jakarta dengan UMKM akan ditargetkan.

Dibagi 20 persen untuk hasil penjualan tiket dan 80 persen bagi kolaborasi dengan UMKM.

"Estimasinya pemasukan dari (penjualan tiket) atau fare box 20 persen dan 80 persennya dapat dari non-fare box," tutup William.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved