Breaking News:

Angka Kematian Rabies Tinggi, Pengawasan Hewan Peliharaan di Bandara Soekarno-Hatta Diperketat

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) ke Indonesia

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) yang masuk ke Indonesia, Kamis (1/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) yang masuk ke Indonesia.

Pengawasan maksimum yang dilakukan Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta berupa penerapan kebijakan uji lab 100 persen titer antibodi rabies.

Kepala Bidang Karantina Hewan, Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta, Nuryani Zainuddin mengatakan, karena 99 persen penularan rabies diakibatkan gigitan anjing.

"Kami harus memperketat pengawasan lalu lintas HPR lintas negara, karena saat ini sekitar dua pertiga negara di dunia masih tertular rabies," kata Nuryani di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (1/10/2020).

"Setiap sembilan menit, satu orang meninggal karena rabies dan 99 persen kasus rabies pada manusia diakibatkan karena gigitan anjing yang terinfeksi," tambah dia lagi.

Korban Pelecehan Seksual Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta Tidak Dihadirkan Saat Rekonstruksi

Gelar Aksi di Kementerian Pertanian, Ratusan Peternak Bagikan Ayam ke Pengguna Jalan

Kalung Eucalyptus Ala Kementerian Pertanian Cegah Virus Corona, Begini Tanggapan Menkes Terawan

Menurut Nuryani, IQFAST menunjukkan tren peningkatan lalu lintas HPR dari luar negeri ke Indonesia dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2018 tercatat 1.083 sertifikasi pemasukan HPR yang membawa 1.380 ekor anjing dan kucing masuk ke Indonesia. 

Kemudian di tahun 2019 meningkat menjadi 1.257 sertifikasi dengan jumlah anjing dan kucing sebanyak 1865 ekor.

Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) yang masuk ke Indonesia, Kamis (1/10/2020).
Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) yang masuk ke Indonesia, Kamis (1/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Sementara di semester I tahun 2020 jumlah anjing dan kucing yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta telah mencapai 989 ekor.

"Cukup signifikan peningkatannya," kata Nuryani.

Sementara, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menjelaskan saat ini ada 26 provinsi di Indonesia yang masih endemik rabies.

Sementara ada empat provinsi yang bebas secara sejarah yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua dan Papua Barat.

Kemudian ada lagi empat provinsi lainnya yang dideklarasikan bebas rabies masing-masing DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

"Oleh karenanya lalu lintas HPR dari dua provinsi yang berbeda sangat diperketat terlebih asal luar negeri," ujar Jamil.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved