Breaking News:

Gerakan 30 September

Makna Hari Kesaktian Pancasila di Mata Cucu Pahlawan Revolusi Mayjen DI Pandjaitan

Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum yang diperingati bangsa Indonesia.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
intisari.grid.id
7 jenderal Pahlawan Revolusi peristiwa 30 September. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum yang diperingati bangsa Indonesia.

Tepat hari ini atau Kamis (1/10/2020), Hari Kesaktian Pancasila itu diperingati rakyat Indonesia.

Hari Kesaktian Pancasila ini pun dimaknai cucu Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal (Mayjen) DI Panjaitan, Sifra Panggabean, sebagai momentum merawat sejarah G30S.

Mayjen DI Pandjaitan gugur pada 1965 bersama enam Pahlawan Revolusi lainnya.

Keenamnya adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Mayjen MT Haryono, Pierre Tendean, Mayjen S Parman, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

"Menanggapi hal ini, 1 Oktober 2020 mengenang jasa tujuh pahlawan revolusi," kata Sifra Panggabean, saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (1/10/2020).

"Maknanya, agar generasi ini melihat kejadian atau peristiwa 1965, kita berharap sejarah '65 jangan sampai terjadi kembali," lanjutnya.

Perhatian! Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB Akan Disegel

Berjibaku Imbau Masyarakat Melek Kesehatan, Petugas di Kresek Berjoged di Tengah Jalan 

Sifra menyatakan makna tersebut merupakan hal penting karena lembaran sejarah sangat berdampak kepada suatu peradaban.

"Sejarah itu lebih sangat ada dampaknya buat kita, menyadari Pancasila harus dijaga sama-sama," ucapnya.

"Jangan sampai ada lagi pengkhianatan atau rong-rongan ideologi di-luar pancasila," lanjut Sifra.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved