Info Kesehatan

Patut Diketahui, Begini Sederet Bahaya Terlalu Jarang dan Sering Buang Air Kecil

Namun, bagaimana dengan kondisi buang air terlalu sering, atau bahkan terlalu jarang?

Freepik
Ilustrasi sakit perut 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kita sering diberi tahu bahwa air kencing yang berwarna jernih adalah tanda bahwa kebutuhan cairan dalam tubuh sudah tercukupi.

Sebaliknya, jika warna air kencing kuning dan keruh, artinya tubuh masih kekurangan cairan.

Namun, bagaimana dengan kondisi buang air terlalu sering, atau bahkan terlalu jarang?

Pernahkah kita memikirkan hubungan frekuensi buang air kecil dengan kesehatan?

Ya, seberapa sering kita buang air kecil sebetulnya dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Ada pengaruh usia, pengobatan yang sedang dijalani, serta apa dan bagaimana kebiasaan kita minum, dan lainnya.

Namun secara umum, spesialis urologi Vannita Simma-Chiang, M.D. mengatakan, orang sehat akan buang air kecil rata-rata 3-4 kali dalam sehari.

Lalu, apa artinya jika kita buang air kecil lebih sering dan lebih jarang?

Jarang kencing

Jarang buang air kecil, artinya kita "pipis" hanya 1-2 kali dalam sehari. Biasanya, itu adalah tanda-tanda dehidrasi.

"Jika mengalami dehidrasi, urin menjadi sangat terkonsentrasi, dan membuat kita rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK)," kata Simma-Chiang.

Kebutuhan air setiap orang setiap hari berbeda-beda, sehingga cara terbaik untuk menguji tingkat hidrasi adalah dengan memeriksa warna air seni.

"Jika urinmu berwarna kuning tua, kamu mungkin tidak cukup minum," kata Simma-Chiang.

Selain itu, setiap kali kita merasa haus atau tenggorokan kering, sebaiknya segera minum.

Terlalu sering kencing

Sebaliknya, jika urin jernih dan kencing menjadi sering, mungkin adalah tanda minum terlalu banyak.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved