Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

PSBB Ketat, Jumlah Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Menurun

Para penggali makam jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung bisa sedikit bernafas lega setelah PSBB ketat diterapkan.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Nadi, penggali makam di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Para penggali makam jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung bisa sedikit bernafas lega setelah PSBB ketat diterapkan.

Komandan Regu PJLP TPU Pondok Ranggon Nadi (47) mengatakan sejak PSBB ketat jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan menurun.

"Alhamdulilah berkat PSBB ketat yang kembali diberlakukan jumlah korban meninggal yang dimakamkan tak pernah tinggi lagi," kata Nadi saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (2/10/2020).

Sebelum PSBB diperketat pada 14 September 2020 lalu para penggali makam di TPU Pondok Ranggon dalam satu harinya bisa memakamkan mencapai 40 jenazah.

Tapi setelah PSBB ketat lalu kini diperpanjang jumlah pasien Covid-19 yang dimakamkan untuk satu harinya turun jadi berkisar 30 jenazah.

Suasana di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2020)
Suasana di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2020) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

"Sebelum PSBB diperketat pernah dalam satu hari kami memakamkan 46 jenazah, dan hari berikutnya paling sedikit 35 jasad," ujarnya.

Nadi dan para rekannya berharap warga tak menganggap sepele bahaya penularan Covid-19 agar korban tidak bertambah dan pandemi lekas berakhir.

Minta Perwal PSBB Depok Jadi Perda, Kang Emil: Pasal Tipiring Bisa Masuk

Jadwal MotoGP 2020 di Bulan Oktober: dari MotoGP Prancis hingga MotoGP Teruel

Mereka meminta warga tak nekat melanggar protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah guna mencegah penularan Covid-19 meluas.

"Dengan tertibnya warga pastinya tugas kami untuk menyiapkan liat lahad menjadi semakin sedikit karena semua bisa sehat," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved