Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Satpol PP Setorkan Rp 326 Juta ke Kas Daerah dari Pelanggar Prokes Covid-19 selama Pengetatan PSBB

Satpol PP DKI telah menyetorkan Rp 326 juta ke kas daerah dari denda pelanggar protokol kesehatan selama masa PSBB jilid 2

Istimewa/Dok.Polsek Jagakarsa
Polisi menggerebek pusat kuliner di Jagakarsa yang menyediakan layanan makan di tempat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Satpol PP DKI telah menyetorkan Rp 326 juta ke kas daerah dari denda pelanggar protokol kesehatan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2 atau pengetatan PSBB.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, mayoritas denda yang diterimanya berasal dari warga yang tak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Tercatat hingga 30 September 2020, ada 26.660 orang terjaring operasi tertib masker di sejumlah wilayah di ibu kota.

“Rinciannya yang kena sanksi kerja sosial 24.886 dan dikenakan denda 1.774 orang senilai Rp 288.525.000 untuk masker,” ucapnya, Jumat (2/10/2020).

Selain menertibkan warga yang tak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, Satpol PP juga menindak sejumlah tempat usaha yang melanggar aturan PSBB.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, ada 399 tempat usaha yang ditutup sementara.

“Dari 14 September 2020 saat PSBB jilid 2 dimulai, sudah ada 399 tempat usaha yang ditutup,” ujarnya.

Garuda Indonesia Mengaku PSBB Jakarta Tidak Berpengaruh pada Aktivitas Penerbangannya

Satpol PP Jakarta Selatan Tindak 61 Restoran yang Langgar PSBB

Jumlah Pelanggar PSBB di Kecamatan Menteng Berkurang, Satpol PP: Biasanya Ratusan Sekarang Puluhan

Dari ratusan tempat usaha yang ditindak itu, Arifin mengklaim, sebagian besar tidak menolak saat petugas melakukan penutupan.

Ia menyebut, hanya ada satu tempat usaha yang masih membandel sehingga petugas terpaksa mengganjarnya dengan denda progresif.

“Saat ini baru sati (yang kena denda progresif),” kata dia.

Adapun ketentuan terkait denda progresif ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomer 79 tahun 2020.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa tempat usaha yang melanggar aturan PSBB bakal ditutup selama 3x24 jam.

Bila tempat usaha itu masih tetap melanggar aturan, maka Pemprov DKI bakal menjatuhi denda Rp 50 juta bagi pelanggar protokol kesehatan yang berulang.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved