Breaking News:

Polisi Usut Motif Gantung Diri Ayah 4 Anak di Duren Sawit

Ipda Zainal mengatakan dari hasil penyelidikan sementara tak ditemukan tanda penganiayaan pada jasad YO.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jenazah YO saat dibawa masuk ke mobil ambulans di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Jajaran Unit Reskrim Polsek Duren Sawit mengusut motif bunuh diri yang dilakukan YO (36) di rumahnya wilayah Kelurahan Pondok Kelapa.

Pengendali Polsek Duren Sawit Ipda Zainal mengatakan dari hasil penyelidikan sementara tak ditemukan tanda penganiayaan pada jasad YO.

"Untuk motifnya masih kita cari, lidik. Jasad korban sekarang kita bawa RSCM (RS Cipto Mangunkusumo) untuk keperluan autopsi," kata Zainal di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2020).

Personel Unit Reskrim Polsek Duren Sawit saat mengamankan barang bukti tali tambang yang digunakan YO gantung diri, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2020).
Personel Unit Reskrim Polsek Duren Sawit saat mengamankan barang bukti tali tambang yang digunakan YO gantung diri, Jakarta Timur, Sabtu (3/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Pihaknya belum bisa memastikan motif karena saat ditemukan sekira pukul 14.00 WIB tak ada surat wasiat terkait alasan YO nekat mengakhiri hidup.

Sementara pihak keluarga yang masih berduka akibat kejadian belum bisa banyak memberi keterangan terkait kronologis kejadian.

"Kita terima laporan dari warga bahwa ada kejadian seorang laki-laki gantung diri di rumahnya. Gantung diri di kamarnya, saat ditemukan pintu kamar dalam keadaan terkunci," ujarnya.

Zainal menuturkan selain tali tambang plastik yang digunakan YO bunuh diri pihaknya mengamankan handel pintu kamar yang rusak didobrak.

Warga terpaksa mendobrak pintu kamar YO guna memastikan kondisi suami sekaligus ayah dari empat anak itu masih hidup atau sudah meninggal.

"Pihak keluarga sudah kita minta untuk ikut ke RSCM karena untuk mengurus keperluan autopsi dan pengambilan jenazah nantinya," tuturnya.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, jenazah YO dibawa menggunakan ambulans Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI pukul 16.32 WIB.

Tangis istri dan empat anak YO yang sebelumnya sempat reda kembali pecah saat petugas memasukkan jasad ke kantong jenazah lalu dibawa.

Sejumlah kerabat yang datang tampak berusaha menenangkan istri dan empat anak dari pria yang berprofesi sebagai juru parkir dan driver Ojol itu.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved