Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Antisipasi Kluster Baru, Polisi Imbau Massa Buruh Jalani Swab Test

Sebab, dia mengkhawatirkan adanya kluster baru penyebaran Covid-19 dari aksi unjuk rasa yang menibulkan kerumunan ini.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Elga H Putra
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aksi unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja dari Tanjung Priok, Jakarta Utara saat hendak melakukan unjuk rasa di Kawasan Industri Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2020) 

Adapun kesembilan poin itu yakni tentang hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon, outsourcing seumur hidup, karyawan kontrak seumur hidup, waktu kerja yang eksploitatif, TKA buruh kasar unskill work berpotensi masuk ke Indonesia, hilangnya jaminan sosial karena outsourcing seumur hidup, PHK dipermudah dan hilangnya sanksi pidana untuk pengusaha.

Konvoi Massa Buruh dari Tanjung Priok Sempat Dicegat Petugas hingga Adu Argumen

"Kami menyampaikan petisi ya di forum buruh SP-SP yang ada Tangsel ini. Dengan disahkannya Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja itu, ya kami merasa itu sangat-sangat merugikan semua, kepada buruh seluruh Indonesia," kata Mulyono.

Mulyono berharap Airin dapat menyampaikan aspirasi kaum buruh yang keberartan dengan pengesahan UU Cipta Kerja ini kepada pemerintayh pusat.

"Kami buruh yang ada di wilayah Tangsel juga menyatakan keberatan dan memberikan petisi kepada wali kota. Sebenarnya poinnya ada sembilan petisi yang kami sampaikan ke wali kota supaya disampaikan ke pusat," papar Mulyono.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved