Breaking News:

HUT TNI ke-75, Jazuli Juwaini Yakini TNI Tetap Setia Bersama Rakyat Menjaga Pancasila dan NKRI

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memenuhi undangan sebagai Narasumber Sosialisasi 4 Pilar MPR yang dibuka oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memenuhi undangan sebagai Narasumber Sosialisasi 4 Pilar MPR yang dibuka oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Peserta Sosialisasi adalah para dai dan alim ulama yang tergabung dalam Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Cilegon Banten.

Acara diselenggarakan secara fisik terbatas dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dan direlay secara virtual di sejumlah tempat.

Menurut Jazuli Sosialisasi MPR kali ini istimewa karena bertepatan dengan momentum rangkaian sejarah penting bangsa Indonesia yaitu HUT TNI ke-75 tanggal 5 Oktober 2020, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, dan Peristiwa G30S/PKI 30 September.

"Inilah titik kisar sejarah yang bertalian erat bagaimana falsafah dan dasar negara Pancasila mendapat ujian dan dipertahankan sekuat tenaga hingga sekarang. Di sana ada ancaman PKI yang ingin mengkudeta republik dan mengganti dasar negara Pancasila dengan mengorbankan para jenderal TNI. Dan TNI saat itu menunjukkan jati dirinya sebagai pengawal NKRI," kata Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini mengajak para dai dan alim ulama untuk mendoakan TNI agar terus menjaga NKRI, menjaga Pancasila dan UUD 1945, serta tetap setia bersama rakyat. Karena bersama rakyat TNI kuat dan NKRI akan jaya.

Anggota DPR/MPR Dapil Banten ini mengatakan Pancasila merupakan karakter khas bangsa Indonesia yang disarikan dari nilai-nilai yang hidup dalam diri bangsa Indonesia. Diantara karakter khas yang kuat dan termanifestasi dalam Pancasila adalah nilai ketuhanan yang menegaskan Indonesia sebagai bangsa yang relijius (religious nation-state).

"Nilai ketuhanan (nilai agama) menjadi landasan etika dan moral dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemanusiaan Indonesia haruslah berangkat dari fitrah sebagai makhluk Tuhan, demikian juga dengan demokrasi Indonesia harus mengandung nilai etis hikmat kebijaksanaan, yang akhirnya nanti mencapai keadilan dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat," kata Jazuli.

Dengan seluruh karakter tersebut, menurut Jazuli, nasionalisme yang dikehendaki oleh bangsa Indonesia adalah nasionalisme yang relijius.

Dan di sana peran dai, alim ulama, dan insan beragama sangat besar dalam menjaga dan merawat Pancasila sebagai dasar negara dan karakter bangsa Indonesia yang final.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved