Breaking News:

Napasnya Terlihat Sesak Donald Trump Sesumbar Kebal Covid-19, Kabarnya Muak Tinggal di Rumah Sakit

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar dirinya kebal Covid-19, meski masih tampak napasnya sesak.

Editor: Y Gustaman
AFP PHOTO/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol ketika berjalan menuju ke Marine One untuk berangkat ke Rumah Sakit Militer Walter Reed setelah mengumumkan dia positif Covid-19 pada 2 Oktober 2020. Trump menyatakan dia akan menghabiskan beberapa hari ke depan untuk menjalani perawatan sembari tetap bekerja. 

Sesumbar Trump tak hanya ketika kembali datang ke Gedung Putih.

Kepedean itu ia tunjukkan bahwa dirinya siap beraktivitas lagi saat keluar dari rumah sakit lewat cuitannya.

Twit Trump diunggah beberapa jam setelah juru bicara utamanya positif virus corona, yang menambah panjang daftar klaster Covid-19 di Gedung Putih.

"Saya akan meninggalkan Pusat Medis Walter Reed yang hebat hari ini pukul 19.30. Merasa sangat baik!" kicau Trump.

"Jangan takut Covid. Jangan biarkan itu mendominasi hidupmu. Kami telah mengembangkan, di bawah Pemerintahan Trump, beberapa obat & ilmu yang sangat hebat. Saya merasa lebih baik daripada yang saya lakukan 20 tahun lalu!"

Pria 74 tahun itu menghadapi jalan terjal dalam Pilpres 2020 melawan Joe Biden.

Ia pun melakukan segalanya untuk menghimpun kembali kekuatan dan kepercayaan sejak dirawat di rumah sakit pada Jumat (2/10/2020).

"Segera kembali ke jalur kampanye," begitu cuitan Trump.

Mengenakan masker, Trump melangkah keluar dari Rumah Sakit MIliter Walter Reed dan mengangkat jempol saat memasuki helikopter.

"Akan segera kembali ke Jalur Kampanye!!!" twit Trump beberapa saat sebelumnya.

"Berita Palsu hanya menampilkan Polling Palsu."

Ogah dianggap lemah

Sumber internal Gedung Putih kepada CNN mengungkapkan, sang presiden "sudah muak" kepada Rumah Sakit Militer Walter Reed, tempatnya dirawat.

Pejabat anonim lain menuturkan, dia khawatir dianggap "lemah" selama berada di rumah sakit, sehingga ingin segera kembali ke Gedung Putih.

The New York Times juga memberitakan, Trump sudah meminta kepada tim dokter untuk segera memastikan kondisinya baik-baik saja.

Berdasarkan dua sumber yang dikutip, Trump disebut "bosan" dan "muak" menonton televisi yang tayangkan momen saat dia dirawat.

Sang presiden dilaporkan begitu "benci dengan rumah sakit", sehingga dia memaksa tim medis untuk menegaskan dia sudah sembuh dari Covid-19.

Sebagaimana diwartakan AFP, simpang siurnya informasi dari Gedung Putih yang bertentangan dari para pejabat dan staf di lingkaran politik Trump sendiri telah merusak kredibilitasnya.

Dalam briefing dari rumah sakit, dokter kepresidenan Sean Conley pernah mengatakan, Trump dalam kondisi yang baik, mematuhi pengobatan yang didapatnya.

"Dia kembali, ya," kata Conley dikutip dari AFP.

Begitu kembali ke Gedung Putih, tidak jelas seberapa bebas Trump bisa bergerak.

Di sana Trump dipantau tim medis dalam jumlah besar untuk berjaga-jaga jika presiden kambuh.

Dokter mengatakan, Trump diberi steroid dexamethasone yang biasanya terkait dengan kasus Covid-19 parah dan dua obat terapeutik eksperimental.

Tanda-tanda lain yang menunjukkan Trump berjibaku melawan Covid-19 adalah dia diberi oksigen ekstra pada Jumat, meski awalnya kabar itu ditampik. 

Waktu Ideal Trump Harus Jalani Pemulihan  

Terlepas dari sikap Trump, medis mempunyai standar berapa lama idealnya masa pemulihan seorang pasien Covid-19 dan kapan pasien Covid-1 bisa kembali berada di tengah publik.

Seperti penyakit menular lainnya, waktu pemulihan pasien Covid-19 dapat bervariasi, tetapi para ahli merekomendasikan untuk mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

CDC mengatakan waktu aman bagi seseorang pasien yang pulih dari Covid-19 untuk berada di sekitar orang lain tergantung pada sejumlah faktor.

"Untuk sekarang secara umum diperkirakan waktunya sekitar 10 hari setelah dites positif, jika Anda tidak memiliki gejala, tidak demam, Anda dapat dianggap tidak lagi menular."

Demikian diungkapkan oleh Pakar Penyakit Menular di Vanderbilt University di Tennessee, Dr. William Schaffner, kepada Healthline.

Sedangkan mereka yang pernah menderita Covid-19 dan memiliki gejala dapat berada di sekitar orang lain, setidaknya 10 hari sejak timbulnya gejala jika mereka telah melalui setidaknya 24 jam tanpa demam tanpa menggunakan obat penurun demam.

Mereka juga harus menunggu sampai gejala yang dirasakan membaik.

Pasien khusus dengan kelainan imunitas bawaan disarankan berbicara dengan dokter untuk mencari tahu apakah perlu tetap melakukan isolasi selama lebih dari 10 hari.

Mereka yang termasuk kategori ini bisa bersama orang lain setelah mengalami dua hasil tes negatif berturut-turut setidaknya dalam 24 jam.

Namun, setelah masa pemulihan berakhir, bukan berarti setiap pasien langsung berada dalam kondisi kebugaran yang optimal seperti sebelumnya.

Kepala penyakit menular pediatrik di Universitas Rumah Sakit Anak California Davis, Dr. Dean Blumberg, menjelaskan, gejala Covid-19 bisa saja bertahan cukup lama sehingga seseorang sulit untuk sembuh total dalam waktu singkat.

Sama seperti banyak penyakit menular lainnya, beberapa orang dapat pulih dengan sangat cepat dan tidak menularkan ke orang lain dan pada orang lainnya replikasi virus mungkin bertahan.

“Secara umum, saya akan mengikuti pedoman ini sebagai titik awal. Ketika Anda mempertimbangkan untuk keluar rumah tetapi gejala Anda masih signifikan, misalnya batuk atau bersin, tidak nyaman berada di depan umum, orang-orang akan memperlakukan Anda berbeda."

"Bahkan sekalipun Anda tidak menular, saya tidak yakin orang akan menghargainya," kata Blumberg.

Jadi, bahkan ketika Anda telah pulih dari Covid-19, para ahli menyarankan untuk tetap berhati-hati saat keluar rumah, lebih baik lagi jika keluar rumah hanya ketika sangat perlu.

Artikel ini disarikan dari berita Kompas.com dengan judul: Habiskan 3 Malam Dirawat karena Covid-19, Trump: Mungkin Saya Kebal; Keluar dari RS dan Pulang ke Gedung Putih, Trump Tantang Covid-19; Trump Pulang dari Rumah Sakit, Salam 2 Jempol dan Segera Lanjut Kampanye; dan Berapa Lama Idealnya Masa Pemulihan Pasien Covid-19?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved