Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Omnibus Law Cipta Kerja Disahkan, Pegawai Bisa Jadi Karyawan Kontrak Seumur Hidup

Para pekerja terancam menjadi pegawai kontrak seumur hidup setelah Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan pemerintah.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Aksi unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerjadi gedung DPRD Kota Bekasi Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Selasa, (6/10/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Di tengah kritik dan sorotan, RUU Cipta Kerja disahkan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR RI pada Senin (5/10/2020) kemarin.

Dalam Omnibus Law Cipta Kerja setebal 15 bab dan 174 pasal ini, ada sejumlah aturan yang dinilai kontroversial.

Salah satunya terkait penghapusan Pasal 59 dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Di pasal tersebut, UU Ketenagakerjaan melindungi pekerja atau buruh yang bekerja di suatu perusahaan agar bisa diangkat menjadi karyawan tetap setelah bekerja dalam periode maksimal paling lama 2 tahun, dan diperpanjang 1 kali untuk 1 tahun ke depan.

"Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu," bunyi Pasal 59 ayat (1) UU Nomor 13 Tahun 2003.

UU Cipta Kerja Disahkan, TKA Mudah Masuk hingga Bebas Pajak Penghasilan

Buruh Bekasi Gelar Aksi Mogok Kerja Hingga Ancam Geruduk DPR-RI Tanggal 8 Oktober 2020

Pasal UU Nomor 13 Tahun 2003 tersebut secara eksplisit mengatur Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha atau perusahaan untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk jenis pekerjaan tertentu.

Dalam perjanjian PKWT juga mengatur kedudukan atau jabatan, gaji atau upah pekerja, tunjangan serta fasilitas apa yang didapat pekerja dan hal-hal lain yang bersifat mengatur hubungan kerja secara pribadi.

Kewajiban mengangkat karyawan tetap dihapus

Perusahaan hanya bisa melakukan kontrak kerja perjanjian PKWT paling lama 3 tahun.

Halaman
1234
Editor: Dionisius Arya Bima Suci
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved