Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Aksi Lanjutan Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Depok Sempat Diwarnai Ketegangan

Aksi penolakan ini sempat diwarnai ketegangan antara massa dan petugas gabungan yang menghadang mereka

TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Aksi konvoi massa buruh di Kota Depok, Rabu (7/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS – Aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja kembali berlanjut di Kota Depok, Jawa Barat. Siang ini massa buruh menggelar konvoi di dalam kota dan dimulai dari Jalan Raya Bogor, Tapos.

Aksi penolakan ini sempat diwarnai ketegangan antara massa dan petugas gabungan yang mengadang mereka di kawasan Terminal Jatijajar.

Bukan tanpa sebab, apa yang dilakukan oleh petugas berdasarkan situasi dan kondisi pandmei Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Yang mau tanggung jawab nanti siapa. Tolonglah, kita kan tahu Depok ini masih tinggi kasus Covid-19-nya,” ujar Kasat Intel Polres Metro Depok, Kompol Ronni Wowor, kepada massa aksi di lokasi, Rabu (7/10/2020).

 Beberapa menit kemudian setelah mendengarkan penjelasan dari petugas, massa aksi pun memutuskan mundur dan melanjutkan aksi penolakan UU Cipta Kerja di perusahaannya masing-masing.

“Untuk sementara ini kita akan tetap melakukan aksi sampai besok di perusahaan masing-masing dengan cara unras, tetap menyuarakan penolakan Undang-Undang Omnibus Law,” jelas Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Kota Depok, Samsudin, di lokasi yang sama.

Samsudin mengatakan, rencananya hari ini konvoi buruh akan mengarah ke perbatasan Jakarta.

Kendati masih dalam pandemi Covid-19, akhirnya massa buruh pun putar balik dan menggelar aksi kembali di perusahaannya masing-masing seperti hari pertama pada Selasa (6/10/2020) kemarin.

“Hari ini rencananya kita konvoi di Jalan Raya Jakarta-Bogor sampai perbatasan Jakarta kita kembali lagi, tapi sekali lagi terkait permasalahan Covid-19 akhirnya batal,” tuturnya.

Terakhir, Samsudin berujar pihaknya mengaku cukup kecewa lantaran tak bisa menggelar aksi di jalan. Namun di lain sisi, pandemi Covid-19 juga jadi pertimbangan pihaknya untuk menggelar aksi penolakan ini.

“Kecewa pasti karena ruhnya buruh sebetulnya adalah pergerakan. Ketika bipartit, tripartit dan mediasi tidak mendapatkan hasil, maka jalan terakhir adalah aksi buruh."

Buruh di Kawasan Cakung Kembali Unjuk Rasa  Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Bocoran Manga One Piece Chapter 992: Marco Hadapi Big Mom, Sanji Bakal Lawan King Lagi

Akibat Perkara Hutang Sewa Apartemen, Remaja di Bekasi Jadi Korban Penyekapan

"Tapi kondisi negara kita sedang pandemi Covid-19, khususnya Depok yang tertinggi di Jawa Barat, mau tidak mau kita harus melihat situasi itu sebagai bahan pertimbangan juga. Jadi memang saat ini buruh dilema. Di satu sisi kita terancam Covid-19, di satu sisi kita terancam Omnibus Law,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved