Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

7 Ribu Buruh Bakal Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Kawasan Industri Pulogadung

Dikatakan Hilman, aksi dilanjutkan dengan konvoi serta berorasi ke pabrik-pabrik untuk menyuarakan cabut pengesahan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aksi unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja dari Tanjung Priok, Jakarta Utara saat hendak melakukan unjuk rasa di Kawasan Industri Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Koordinator Forum Buruh Kawasan Pulogadung, Hilman Firmansyah menagatakan, puncak unjuk rasa buruh di Kawasan Industri Pulogadung jatuh pada hari ini, Kamis (8/10/2020).

"Hari ini kita pastikan puncaknya (unjuk rasa) di Kawasan Industri Pulogadung. Kita pastikan kawasan ini tidak ada produksi karena kita mogok kerja serentak seperti surat pemberitahuan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020).

Hilman turut memastikan bila jumlah massa buruh mengalami penambahan.

Wali Kota Jakarta Pusat Instruksikan Jajarannya Antisipasi Datangnya Banjir

Hotel Rujukan di Jakarta Pusat Telah Menerima Pasien OTG Covid-19

Dari sebelumnya berjumlah sekitar 5 ribu, pada puncak unjuk rasa akan ada 7 ribu buruh di Kawasan Industri Pulogadung.

"Kurang lebih 7 ribu, naik dari sebelumnya 5 ribu. Itu 7 ribu forum buruh kawasan saja. Tak menutup kemungkinan kawasan di Sunter dan pabrik-pabrik lain bergabung," jelasnya.

Secara masif para buruh sepakat berkumpul di bundaran pajak Kawasan Industri Pulogadung.

Dikatakan Hilman, aksi dilanjutkan dengan konvoi serta berorasi ke pabrik-pabrik untuk menyuarakan cabut pengesahan UU Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved