Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Ketika Teman Tuli Bertahan Hidup dari Membuat Masker Batik di Tengah Pandemi

Seorang teman tuli, Ika Marianingsih (54) membuat masker batik tulis yang menarik.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Ketika Teman Tuli Bertahan Hidup dari Membuat Masker Batik di Tengah Pandemi - contoh-masker-batik-tulis.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sejumlah contoh masker kain batik tulis yang dibuat Ika pada Kamis (8/10/2020).
Ketika Teman Tuli Bertahan Hidup dari Membuat Masker Batik di Tengah Pandemi - contoh-masker-batik-tulis-1.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Ika tengah menjahit masker kain di mesin jahit pada Kamis (8/10/2020).
Ketika Teman Tuli Bertahan Hidup dari Membuat Masker Batik di Tengah Pandemi - contoh-masker-batik-tulis-2.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Ika tengah menjahit masker kain di mesin jahit pada Kamis (8/10/2020).
Ketika Teman Tuli Bertahan Hidup dari Membuat Masker Batik di Tengah Pandemi - contoh-masker-batik-tulis-3.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Ika menunjukkan hasil karyanya kain batik tulis ukuran 2 meter pada Kamis (8/10/2020).
Ketika Teman Tuli Bertahan Hidup dari Membuat Masker Batik di Tengah Pandemi - contoh-masker-batik-tulis-4.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Ika menunjukkan cetakan bergambar batik cap untuk digunakan di masker pada Kamis (8/10/2020).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Seorang teman tuli, Ika Marianingsih (54) membuat masker batik tulis yang menarik.

Ini salah satu cara Ika dan teman-teman sesama pengrajin batik di Rumah Batik Palbatu bertahan hidup seiring dengan menurunnya permintaan kain batik di tengah pandemi Covid-19.

Ika terlihat serius menjahit masker batik tulis saat ditemui TribunJakarta di Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (8/10/2020).

Sambil menjahit, ia tak lupa memakai masker batik tulis berwarna biru hasil buatannya sendiri.

Masker yang dipakainya itu bisa sebagai contoh produk siap jual selama pandemi ini.

Semenjak permintaan kain batik menurun, Ika dan teman-teman membuat masker batik tulis.

Soalnya, belakangan daya beli masyarakat menurun di tengah pandemi sehingga turut berdampak kepada penjualan kain batik.

Salah satu pendiri Rumah Batik Palbatu, Budi Dwi Haryanto, mengatakan, mereka harus mencari solusi bagaimana bisa tetap menjual produk batiknya.

Salah satu caranya dengan memproduksi barang yang dibutuhkan masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved