Breaking News:

Wali Kota Jakarta Pusat Instruksikan Jajarannya Antisipasi Datangnya Banjir

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, meminta seluruh jajarannya lebih siap mengantisipasi banjir di musim penghujan.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, saat diwawancarai awak media, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengajak warganya bersama-sama mengantisipasi ancaman banjir kala musim penghujan datang.

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, meminta seluruh jajarannya lebih siap mengantisipasi banjir di musim penghujan.

“Kita dengar sama-sama ada fenomena La Nina yang turut berpengaruh pada iklim dan cuaca di Indonesia. Kita harus lebih siap," kata Bayu, dalam keterangan resminya kepada Wartawan, Kamis (8/10/2020).

"Lokasi-lokasi genangan yang pernah terjadi tahun lalu harus dijadikan pembelajaran, kita antisipasi lebih awal," sambungnya.

Kepala Suku Dinas Bina Marga, Rakim Sastranegara, menyebut pihaknya telah mengupayakan cara mengantisipasi ancaman banjir.

“Kami menambah jumlah mulut air supaya bisa ideal dengan perhitungan catchment area," jelas Rakim, pada kesempatan yang sama.

Cegah Banjir, 60 Petugas Gabungan Bersihkan Waduk Cilangkap

Hotel Rujukan di Jakarta Pusat Telah Menerima Pasien OTG Covid-19

22 Hari PSBB, Sudin Perhubungan Jakarta Selatan Catat 1.051 Pelanggar Protokol Kesehatan

"Kolaborasi juga dilakukan dengan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota yang memangkas pohon di dekat underpass Dukuh Atas, karena daun-daunnya menyumbat kolam olakan," lanjutnya.

Asisten Pemerintahan, Denny Ramdani, telah meminta para Lurah di Jakarta Pusat guna melengkapi basis data ihwal wilayah mana saja yang rawan banjir.

“Formatnya sudah kami bagikan. Lurah segera inventarisasi lokasi yang sering terjadi genangan. Berapa ketinggiannya, apa penyebabnya kemudian apa rencana aksi yang disiapkan harus diisi di form tersebut" jelas Denny, pada kesempatan yang sama.

"Ajak warganya bermusyawarah, meski secara virtual yang penting diajak bicara. Sosialisasikan bahwa kita harus siap siaga. Tentukan bersama warga, siapa yang jadi PIC-nya, di mana saja lokasi pengungsiannya,” tutup Denny.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved