Breaking News:

18 KK Terdampak Normalisasi Kali Rawa Rengas Cakung Ditawari Pindah ke Rusun

18 KK yang tinggal di bantaran Kali Rawa Rengas itu rencananya bakal direlokasi ke rumah susun (Rusun)

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Camat Cakung, Achmad Salahuddin di Jakarta Timur, Rabu (23/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sebanyak 18 kepala keluarga (KK) warga Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung harus pindah dari rumahnya karena terdampak normalisasi Kali Rawa Rengas.

Camat Cakung Achmad Salahuddin mengatakan 18 KK yang tinggal di bantaran Kali Rawa Rengas itu rencananya bakal direlokasi ke rumah susun (Rusun).

"Informasi dari Sudin Perumahan kalau tidak salah disediakan di Rusun Rawa Bebek atau Rusun Albo. Nanti saya akan koordinasikan lagi ke Sudin Perumahan," kata Achmad saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (9/10/2020).

Tawaran relokasi ke Rusun sudah disampaikan ke 18 KK saat pemberian surat peringatan (SP) 1 yang dilakukan petugas gabungan hari ini.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian menuturkan pihaknya berharap warga menyetujui tawaran relokasi Rusun yang sudah ditawarkan.

"Nantinya dari Sudin Pendidikan (Jakarta Timur) juga akan memfasilitasi bantuan agar anak-anak warga bersekolah dekat dari Rusun. Jadi relokasi ini melibatkan banyak pihak," ujar Budhy.

Menurutnya normalisasi Kali Rawa Rengas yang merupakan proyek Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur dilakukan guna kepentingan warga.

Yakni upaya pencegahan banjir karena saat musim hujan Kali Rawa Rengas kerap meluap dan mengakibatkan banjir dengan ketinggian berkisar 2 meter.

"Mereka (warga di bantaran Kali Rawa Rengas) sudah lama tinggal di sana dan setiap tahunnya kebanjiran. Makannya harus segera dilakukan normalisasi, untuk mencegah banjir," tuturnya.

272 Pendemo UU Cipta Kerja Diamankan di Jakarta Barat, 5 Orang Positif Covid-19

Tak Terima Dikatai Miskin, Lansia Aniaya Tetangga dengan Batang Kayu hingga Tewas

80 Peserta Demo Tolak UU Ciptaker di Tangerang Diamankan Polisi, Paling Banyak Pengangguran

Mengacu pada SP 1, warga memiliki waktu 7X24 jam untuk pindah dari tempat tinggalnya, bila tidak mereka mendapat SP 2 dari Satpel PP Jakarta Timur.

Bila dalam 3X24 jam tak juga pindah maka warga mendapat SP 3 atau hanya memiliki waktu 1X24 jam untuk pindah sebelum petugas menertibkan paksa tim mereka.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved